suplemenGKI.com

Mazmur 63:10-12.

 

“Tuhan Yang Membelaku”

Pengantar:
Hidup di dunia ini hampir selalu akan berhadapan dengan bahaya. Berbicara tentang bahaya memang tidak selalu berupa hal-hal yang mencelakakan atau yang mengancam nyawa. Bahaya bisa berbentuk perlakuan, perkataan dan sikap yang dapat menyebabkan kita tidak damai, tidak nyaman dan tidak dihargai atau direndahkan. Bahaya bisa datang dari eksternal kita, misalnya perlakuan tidak adil dari orang yang tidak menyukai keberadaan kita. Bahaya juga bisa datang dari internal diri kita sendiri, misalnya sifat-sifat buruk kita yang menyebabkan kita tidak bisa mengalami masalah. Namun dalam bacaan kita hari ini fokus pada bahaya dari eksternal kita. Mari kita telusuri bacaan hari ini.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak diungkapkan oleh pemazmur melalui pernyataannya pada ayat 10-11?
  2. Perasaan apa yang hendak diungkapkan pemazmur melalui ayat 12?

Alkitab mencatat bahwa Saul sangat membenci Daud, karena Daud lebih berprestasi dalam peperangan, sehingga rakyat Israel terutama perempuan-perempuan memuji Daud dengan nyanyian “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa” (1Sam 18:7) Sejak saat itu Saul sangat membenci Daud dan berusaha untuk membunuhnya (1Sam 18-19) Karena Saul sangat membencinya dan berusaha untuk membunuhnya maka Daud harus berlari, bersembunyi, menderita dan hidup dalam berbagai-bagai kesusahan. Pernyataan Daud dalam ayat 10-11 seakan menggambarkan betapa menderitanya dia dan dalam keadaan menderita ia merasa tidak sudah berdaya lagi untuk menanggungnya. Perasaan sedih, kecewa bercampur jengkel diungkapkannya dalam bentuk penyerahan kepada Tuhan sebagai permohonan pembelaan kepada Tuhan. Hal itu menunjukkan bahwa pemazmur sungguh-sungguh percaya sekalipun dirinya sudah tidak berdaya lagi menghadapi bahaya dan kesusahan hidup, namun ia tetap masih memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Pada ayat 12 pemazmur mengungkapkan keyakinannya bahwa diujung penderitaan, kesusahan dan bahaya yang mengancam hidupnya ada kemenangan yang tersedia baginya yang datang dari Tuhan, Daud sangat yakin Tuhan sanggup untuk membelanya. Ada prasa yang menarik di ayat 12 “…karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat” Sepintas kalimat itu seperti mengutuk, tetapi jika dilihat kalimat utuh ayat 12, maka sebenarnya pernyataan tersebut bukan suatu kutuk melainkan suatu keyakinan akan pembelaan Tuhan bagi dirinya, itu sebabnya pemazmur dapat bermegah demi Tuhan.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah saudara saat ini sedang mengalami suatu perlakuan tidak adil? Percayakah saudara bahwa Tuhan Yesus sanggup menjadi pembela saudara?

Tekad:
Tuhan, dalam banyak perkara hidup ini terkadang saya merasa sudah tidak mampu lagi untuk menghadapinya. Ajarlah saya untuk menjadikan Engkau pembela dalam hidup saya.

Tindakkan:
Saya mau belajar untuk tidak menghadapi sendiri setiap persoalan hidup yang bisa membahayakan diri saya, tetapi saya mau menghadapinya bersama-sama dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«