suplemenGKI.com

Jumat, 22 Juli 2011

21/07/2011

Roma 8:26-39

Allah Turut Bekerja

Bacaan kita hari ini merupakan bagian dari penjelasan Paulus mengenai keyakinan dan cara pandang orang percaya ketika berada dalam kedaan yang tidak mengenakkan.  Kepastian sebagai anak oleh karena Roh Allah, seharusnya memampukan orang percaya melihat segala keadaan tidak lepas dari Allah yang turut bekerja. Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa peran Roh Allah dalam diri orang percaya?  (ayat 26-28)
  2. Kepada orang seperti apakah, Allah menyatakan diriNya turut bekerja?  (ayat 28) 
  3. Apa yang Paulus tekankan mengenai penyertaan Allah bagi orang percaya?  (ayat 38)

RENUNGAN

Pernahkah anda merasa tidak mampu berdoa dengan benar? Jangan putus asa dan tak perlu risau. Perasaan demikian mungkin timbul karena kita tidak tahu jelas apakah kita harus memohon kekuatan di dalam menanggung derita atau memohon kelepasan dari derita itu. Dalam situasi demikian, Roh bekerja di dalam diri kita. Ia membantu kita dalam kelemahan kita (ayat 26a).  Ia berdoa syafaat untuk kita (ayat 26b).  Dan Ia berdoa dengan keluhan-keluhan yang tak terkatakan sesuai kehendak Allah sendiri (ayat 27). 

Memang bukan perkara mudah menjalani penderitaan yang entah sampai kapan berakhirnya.  Namun kita tak perlu meragukan kebenaran ini, sebaliknya “kita tahu”. Allah menjadikan segala sesuatu menjadi alat-Nya untuk kebaikan kita asal kita mengasihi Dia. Segala hal dapat dipakaiNya untuk  menuntun kita menjalani proses yang telah Tuhan pilihkan dan tentukan.    Dasar dari keyakinan akan pertolongan TUHAN adalah karena Ia telah menbyerahkan anakNya sendiri,yaitu Yesus Kristus untuk menebus hidup manusia dari kausa maut (ayat 32).  Jika nyawanya saja diserahkan bagi mereka atau kita, apalagi hal-hal lain yang dapat dipakaiNya untuk menolong kita keluar dari kesulitan hidup sehari-hari.

Sebab itu, tidak percuma menaruh percaya dan harap hanya kepada Yesus.  Ayat 31 Paulus mengatakan, “ . . . jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”  Artinya, tidak ada yang perlu ditakuti jika kita percaya hanya kepada Yesus.  Yang dimaksud bukan soal kekuatan jasmani, melainkan kepastian kelamatan bagi mereka yang hanya percaya kepada Yesus.  Dalam pasal 8 ini, Paulus sedang bicara soal keselamatan yang menegaskan bahwa tidak ada musuh atau keadaan apapun yang merenggut keslematan kita.  Hal ini dipertegas kembali di ayat 35-39, yaitu bahwa, “baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (ayat 38, 39).

Besarnya dan beratnya tantangan hidup terkadang membuat manusia menyerah kalah. Dalam keadaan demikian, pribadi yang mudah disalahkan adalah TUHAN.  Manusia kecewa dan menganggap TUHAN tidak lagi setia.  Benarkah sikap demikian?  Melalui perikop ini, Paulus hendak menegaskan bahwa jika hidup kita sudah berpaut pada Kristus, maka tidak ada satu hal pun yang dapat meleyapkan keselamatan yang sudah dianugrahkan oleh Allah kepada kita.  Jaminan keselamatan membuat kita melebihi orang-orang yang menang (ayat 37), sebab kita telah menang melawan kuasa maut.  Kebenaran ini seharusnya juga mendorong orang-orang percaya untuk terus bertumbuh dan mengandalkan TUHAN.

Kepastian Keselamatan dalam Kristus menjadi jaminan bahwa Allah turut bekerja dalam hidup kita

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«