suplemenGKI.com

Bacaan : I Korintus 15 : 35  – 50

Tema : Tubuh kemuliaan

PENGANTAR
Ada seorang ibu penggemar bunga anggrek, ia sudah memiliki puluhan jenis anggrek di kebun bunganya yang luas. Namun ia terus berburu jenis bunga anggrek yang langkah dan mahal seperti anggrek emas Kinabalu dan anggrek Rothschild yang konon harganya mencapai 60 juta per tangkai. Suatu ketika ibu ini mendapatkan anggrek tersebut milik seorang petani biasa di desa yang ditanam di sebuah pot bekas yang sudah pecah. Kemudian si ibu bertanya kepada bapak tersebut, lho bapak bukankah anggrek ini sangat mahal, mengapa bapak menanam di pot yang sudah pecah seperti ini ? bapak itupun menjawab,  betul ibu ! saya sengaja menanam di pot yang jelek dan pecah ini, itu hanya sementara, nanti kalau sudah mengeluarkan bunga yang indah dan cantik saya akan memindahkan di taman bunga saya.

Mungkin sekarang kita ditanam di wadah yang penyok dan rusak, itu hanya untuk sementara waktu. Namun Tuhan akan mempercantik jiwa kita untuk dipindahkan di sorga-Nya dengan tubuh kemuliaan.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana rasul Paulus menegur orang-orang yang tidak paham tentang kebangkitan ? ( ayt 35-38 )
  2. Bagaimana rasul Paulus menjelaskan tentang tubuh kemuliaan ? ( ayat 39-50 ).

Paulus mengajak jemaat Korintus untuk berpikir bijaksana dalam mempelajari kebenaran. Ada orang yang kesulitan untuk mengerti bagaimana seseorang dapat dibangkitkan  dan dengan tubuh seperti apa mereka akan dibangkitkan.

Pernyataan, “hai orang bodoh” merupakan teguran keras rasul Paulus kepada mereka yang tidak mengerti tentang kebangkitan tubuh. Melalui teguran tersebut Paulus ingin membuka wawasan berpikir yang sempit tentang Kemahakuasaan Tuhan dalam dunia ciptaan. Analogi yang Paulus berikan diharapkan dapat membuka pengertian  mereka yang sempit ( 35-38 ).

Kemuliaan tubuh sorgawi sangat jauh melebihi tubuh duniawi (40), tubuh alamiah kita, seiring berjalannya waktu akan semakin lemah. Manusia lahiriah kita akan semakin merosot, sedangkan manusia batiniah, yang menjadi persiapan tubuh yang tidak kelihatan itu bersifat mulia (42-44). Sebagaimana kita mengambil rupa Adam ditaburkan dalam tubuh alamiah, kita juga akan memakai rupa dari tubuh sorgawi, yaitu Kristus.

Jadi walaupun tubuh fisik kita semakin rusak tetapi tubuh rohani kita akan terus diperbaharui (45-49). Itulah yang menjadi pengharapan kita, yaitu nanti pada akhir zaman kita dibangkitkan akan memakai rupa/tubuh sorgawi. Pengharapan ini semestinya dapat mendorong kita untuk lebih giat dalam melayani Tuhan, lebih giat menjaga kualitas hidup beriman kita dengan mengembangkan dan memberikan seluruh talenta kita untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkannya : Tubuh jasmani kita, semakin lama akan semakin lemah, tapi tubuh batiniah/rohani harus terus diperbaharui. Sudahkanh anda berjuang untuk itu ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya terus membaharui hidup saya semakin serupa dengan Kristus.

TINDAKANKU
Saya harus terus giat melayani Tuhan dan giat menjaga kualitas hidup beriman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«