suplemenGKI.com

Jumat, 22 April 2016

21/04/2016

TUNDUK PADA ALLAH

Mazmur 148:11-13

 

Pengantar
Kita sering melihat orang yang dengan bangga memperoleh kedudukan atau nama baik yang disandangnya. Terlebih bila dengan kedudukan yang diperoleh dapat mengubah kehidupannya. Sebenarnya bukanlah masalah bila seseorang menyandang sebuah kehormatan.  Tetapi akan menjadi suatu masalah bila  kedudukan, kehormatan, dan nama baik itu menjadikan diri egois dan menganggap orang lain lebih rendah. Ia lupa bahwa ada Pribadi yang lebih berkuasa atas dirinya. Sesungguhnya manusia harus belajar untuk tunduk kepada Tuhan. Jika tidak dapat tunduk pada Tuhan, bagaimana ia dapat memperlakukan sesama dengan baik? Bagaimana pula ia dapat tunduk pada segala hukum dan ketetapan Tuhan melalui FirmanNya?

Pemahaman

  • Ayat 11-12    : Siapakah yang diajak Pemazmur untuk tunduk kepada Allah?
  • Ayat 13          : Mengapa mereka harus tunduk pada Allah ?

Bagian ini merupakan satu kesatuan panggilan untuk memuji Tuhan. Pemazmur mengarahkan pandangannya pertama kali kepada raja-raja, pembesar-pembesar, dan semua pemerintah dunia. Itu artinya pemazmur mengajak para penguasa tertinggi sampai daerah untuk memuji Tuhan ( v. 11 ). Bukan hanya kepada para penguasa saja, tetapi rakyat pun diajak  untuk memuji Tuhan. Barulah kemudian Pemazmur mengajak semua orang dari segala angkatan untuk memuji Tuhan ( v. 12 ). Semua orang yang memuji Tuhan harus menunjukkan sikap menundukkan diri dihadapan Tuhan. Semua orang harus tunduk kepada Tuhan karena Tuhan lebih berkuasa atas hidup mereka. Allah yang mengatur dan memberikan hak-hak istimewa pada manusia. Orang-orang yang sudah diberi kehormatan oleh Tuhan haruslah menghormati Tuhan dengan kehormatan itu.  Nama baik dan kedudukan manusia hanyalah sementara. Hanya nama Tuhanlah yang tertinggi dan mengatasi segala-galanya. Oleh sebab itu semua manusia harus menghormati Allah dengan tunduk pada hukum dan ketetapanNya. Orang yang memuji-muji Tuhan adalah orang yang mau tunduk dengan segala kerendahan hati, melepaskan segala keangkuhan dalam dirinya, dan membuka diri agar kuasa Tuhan nyata dalam hidupnya. Inilah kehidupan orang-orang yang mau memuji Tuhan, yaitu tunduk pada kekuasaan Tuhan.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah perjalanan hidup Saudara. Apakah di sepanjang perjalanan itu Saudara tunduk kepada Allah?  Hal-hal apakah yang membuat Saudara tidak dapat menundukkan diri di hadapan Allah? Tindakan konkret apakah yang telah Saudara lakukan  sebagai wujud nyata tunduk kepada Allah?

Tekad
Tuhan, ampuni aku bila selama ini terlalu sering bermegah dengan apa yang kumiliki. Nama dan kedudukan yang kumiliki hanyalah sementara. Kini, mampukan aku merendahkan hati dihadapanMu, dan tunduk pada segala Firman dan ketetapanMu.
Tindakan
Aku mau melepaskan keegoisan dan kesombongan untuk tunduk pada Tuhan. Aku mau selalu taat pada perintah-perintahNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*