suplemenGKI.com

2 Timotius 4:9-18

MENGHADAPI REKAN YANG TIDAK SETIA

Karya pelayanan yang baik dihasilkan melalui kerja sama yang baik. Kita membutuhkan rekan-rekan sepelayanan karena kita tidak mampu mengerjakan pelayanan tersebut seorang diri. Apalagi jika tugas dan tanggung jawab pelayanan itu cukup berat dan tantangan atau kesulitannya sangat besar. Kehadiran rekan-rekan sepelayanan akan dapat meringankan tugas kita, menambah wawasan dan ketrampilan kita, serta membuat suasana pelayanan kita menjadi penuh sukacita. Namun demikian, tidak selalu kita mendapatkan rekan sepelayanan yang dapat bekerja sama dengan baik. Bahkan, kita sering mendapat rekan sepelayanan yang mengecewakan kita. Karena itu, tidak jarang kita bertemu dengan orang-orang yang berhenti melayani karena kecewa dengan rekan sepelayananya.

PEMAHAMAN

Ay. 9-15      Apa yang Paulus harapkan dari Timotius? Bagaimana sikap rekan-rekan sepelayanan Paulus yang lainnya? Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Paulus bersama rekan-rekan sepelayananya?

Ay. 16-18   Paulusditinggalkan oleh rekan-rekan sepelayanan justru pada waktu ia sangat membutuhkan mereka. Bagaimana Paulus menghadapi situasi semacam itu?

Paulus mengharapkan kedatangan Timotius sebagai rekan sepelayananya. Selain membawakan jubah dan kitab-kitabnya, Paulus juga meminta agar Timotius membawa Markus untuk membantunya. Bagi Paulus, keberadaan rekan-rekan sepelayanan sangatlah penting (lihat ay. 11). Paulus bersyukur masih disertai oleh Lukas, sementara rekan-rekan yang lain telah meninggalkannya. Sebagian dari mereka harus pergi untuk melayani ke daerah lain (ay. 10, 12). Namun, sebagian dari rekan-rekan sepelayanan itu pergi dengan meninggalkan rasa kecewa di hati Paulus, yaitu Demas yang telah mencintai dunia (ay, 10a) dan Aleksander yang berbuat jahat terhadap Paulus (ay. 14).  Memang, tidak selalu kita mendapatkan rekan-rekan sepelayanan yang baik. Namun, bagaimanapun, kita membutuhkan rekan-rekan sepelayanan dan karena itu kita harus menghargai dan mensyukuri keberadaan mereka.

Paulus beberapa kali harus berhadapan dengan pengadilan karena Injil yang diberitakannya dianggap sebagai ajaran sesat (lihat Kis. 28:22). Dalam pengadilan itu, Paulus – sebagai tertuduh – diberi kesempatan untuk membela diri dan mengajukan saksi- saksi untuk mendukung pembelaannya. Namun, justru pada saat-saat kritis seperti itu, rekan-rekannya meninggalkannya dan Paulus harus melakukan pembelaan seorang diri. Kita bisa membayangkan betapa Paulus kecewa terhadap rekan-rekannya. Namun demikian, Paulus tetap menghadapi semua itu dengan iman dan pengucapan syukur. Paulus percaya bahwa Tuhan selalu mendampinginya dan menyelamatkannya (ay. 17, 18). Paulus bersyukur bahwa Tuhan berkenan memakainya untuk memberitakan Injil (ay. 17).

REFLEKSI
Pernahkah Anda dikecewakan oleh rekan sepelayanan Anda? Apakah rasa kecewa tersebut masih memberikan dampak negatif bagi pelayanan Anda sekarang ini?

TEKADKU
Ya, Tuhan, mampukanlah aku mengampuni rekan-rekan sepelayanan yang pernah mengecewakan aku. Tolonglah aku agar aku juga mampu menjadi rekan sepelayanan yang baik bagi orang-orang yang melayani bersama aku.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini, aku akan berdoa bagi rekan sepelayanan yang pernah mengecewakan aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«