Tuhan Yesus dan anak-anak

Tuhan Yesus dan anak-anak

I Tesalonika 2:4-8

Mewujudkan Pelayanan Yang Menyukakan Allah

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika ini merupakan surat yang berisi pembelaan diri Paulus terhadap anggapan lawan-lawannya, dan sekaligus mengingatkan jemaat bahwa dia tidak pernah mencari dan mengambil keuntungan atau kesenangan sendiri dalam pelayanan.  Rasul Paulus kembali mengatakan maksud pelayanan yang dikerjakan di tengah-tengah jemaat Tesalonika bukan agar mendapat pujian dari jemaat tetapi ingin mengajak mereka meneladani pelayanan yang Paulus lakukan.  Sebab sesungguhnya apa yang dikatakan Paulus itu sudah terbukti nyata bukan sekedar omong kosong tanpa bukti nyata.

  1. Apa motivasi pelayanan rasul Paulus di tengah-tengah jemaatnya? (ayat 4)
  2. Apa wujud nyata pelayanan Paulus sebagai bukti bahwa Dia hanya menyukakan Tuhan bukan menyukakan manusia?  (ayat 5-7)
  3. Apa dasar pelayanan rasul Paulus? (ayat 8)
  4. Bagaimana dengan hidup kita sehari-hari baik dalam hidup kita secara pribadi maupun dalam pelayanan?  Adakah kita memiliki tekad menyukakan Tuhan?  Lalu apa wujudnya?

RENUNGAN

Dalam bagian ini rasul Paulus mengatakan tekad dan motivasinya dalam pelayanan yang dikerjakan di tengah-tengah jemaat Tesalonika.  Ayat 4 mengatakan “Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”.  Artinya bahwa apa yang dilakukan rasul Paulus dalam pemberitaan Injil itu bukan “dari maksud yang tidak murni” untuk menyukakan manusia tetapi menyukakan Allah.  Apapun yang dia lakukan dia selalu mempertimbangkan bagaimana hanya menyukakan Tuhan.

Lalu apa wujudnya?  Dalam ayat 5-7 jelas mengatakan bahwa “Karena kami tidak pernah bermulut manis —hal itu kamu ketahui—dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi—Allah adalah saksi-juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.  Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya”.  Paulus membuktikan bahwa hidup dan pelayanannya tidak menyukakan manusia tetapi menyukakan Allah yang diwujudkannya melalui tidak bermulut manis, tidak mempunyai maksud loba (ingin mendapat sesuatu yang banyak untuk diri sendiri/serakah), tidak mencari pujian tetapi dia mengusahakan untuk berlaku ramah kepada siapapun.  Apa yang dikatakan Paulus itu sudah terbukti sebab jemaat sudah mengetahuinya dan dia berkata bahwa Allah adalah saksi dari semua yang dia kerjakan dalam pelayanan.  Paulus tidak menggunakan nama Tuhan untuk kepentingannya sendiri, tetapi untuk pemberitaan Injil bagi kemuliaan nama Tuhan.

Lalu apa dasarnya ketika Paulus menyenangkan Allah?  Ayat 8 “Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi”.  Kasih yang besar kepada orang-orang yang dilayani agar mereka mengenal Injil keselamatan, itulah yang menjadi dasar dan kekuatan rasul Paulus dalam pelayanannya.  Dasarnya adalah kasih.  Paulus telah mewujudkan bagaimana dia menyukakan Allah.  Bagaimana dengan kita hari ini?  Maukah kita belajar seperti rasul Paulus?  Wujudkan dalam hidup sehari-hari.  Miliki dasar yang kuat dalam hidup yaitu kasih kepada Tuhan dan sesama, hanya menyukakan Allah.

 Ketika kita mempunyai tekad menyukakan Allah maka tekad kita itu dipakai oleh Tuhan untuk memberi sukacita dalam sesama.  Wujudkan dalam hidup dan pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«