suplemenGKI.com

Jumat, 21 Mei 2021

20/05/2021

Roma 8:22-27

 

“KUMENANTIKAN-MU DALAM PENGHARAPAN”

Pengantar:
Saudara pasti sepakat dengan saya bahwa semua orang sangat memerlukan pengharapan, apalagi di zaman yang sedang sulit seperti sekarang ini, setiap orang tentu berharap kondisi sulit ini akan segera membaik. Pengharapan, dari kata dasar “Harap” yang artinya: Mohon, minta, ingin dan hendaklah. Tentu yang diharap adalah sesuatu yang baik atau lebih baik dari sebelumnya. Pengharapan dapat membuat kita menjadi lebih tenang, lebih kuat dan lebih optimis menjalani hidup. Bacaan hari ini berbicara tentang menantikan Tuhan dengan penuh pengharapan.

Pemahaman:

  1. Apakah yang menjadi dasar pembicaraan Paulus dalam konteks Roma 8:18-30 ini?
  2. Apa yang hendak ditunjukan oleh Paulus melalui pernyataan-pernyataannya di ayat 22-27?

Konteks Roma 8:18-30 ini Paulus berbicara tentang berbagai keluhan dari segala ciptaan (v. 22). Termasuk orang yang sudah percaya yaitu orang-orang yang dikategorikan sebagai yang telah menerima karunia sulung Roh pun mengeluh (v. 23). Apakah yang menjadi penyebab keluhan-keluhan itu? Setiap manusia yang masih hidup di dunia ini pasti mengalami berbagai keluhan dan itu adalah sesuatu yang sifatnya universal atau umum. Bahasa Paulus menarik sekali, yaitu dikatakan “…bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin”. Hal itu dapat dipahami bahwa setiap manusia yang masih hidup di dunia ini pasti mengalami berbagai keluhan dan itu adalah sesuatu yang wajar. Semua orang bisa mengeluh karena penderitaan jasmani, persoalan hidup yang melanda, diperlakukan dengan tidak adil dan sebagainya. Selama manusia masih hidup di dunia yang fana ini ia bisa mengalami berbagai keluhan. Namun Paulus segera menunjukan perbedaan antara orang yang belum percaya dengan orang yang sudah percaya dalam konteks sama-sama mengeluh. Orang yang tidak percaya ketika mengalami berbagai keluhan tidak memiliki objek pengharapan, sedangkan orang yang sudah percaya dalam kondisi mengeluh pun ia tetap memiliki objek untuk berharap. Pernyataan ayat 24 jelas menunjukan bahwa orang yang tidak percaya hanya berfokus pada keluhannya, sedangkan orang percaya berfokus pada Sang Sumber pengharapan yaitu Allah yang tidak kelihatan. Bahkan memiliki keyakinan bahwa Roh Kudus turut membantu dalam kelemahan kita sekalipun. Itulah yang dikatakan kumenantikan dengan pengharapan Tuhan.

Refleksi:
Saudara, apapun yang membuat kita mengeluh janganlah berhenti untuk terus berharap kepada Tuhan, karena walaupun tidak kelihatan namun Dia ada sebagai sumber pengharapan kita.

Tekadku:
Tuhan Yesus, teguhkan kami agar dalam segala keluhan dunia kami tetap berharap kepada-Mu.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita tidak perlu terus meratapi apapun yang membuat kita mengeluh, melainkan terus setia menantikan dan berharap kepada Tuhan Sang Sumber Pengharapan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»