suplemenGKI.com

Jumat, 21 Juni 2019

20/06/2019

JAMINAN KEBAHAGIAN KITA

Galatia 3:15-18

 

Pengantar
Semua orang ingin bahagia. Akan tetapi siapakah yang bisa menjamin bahwa kita akan selalu bahagia? Orang mencari sumber-sumber kebahagiaan dengan banyak cara. Ajaran kebajikan pun seringkali dirujuk untuk menunjukkan jalan bahagia bagi manusia. Persoalannya manusia tak selalu mampu hidup benar seperti petunjuk dalam ajaran kebajikan. Lalu bagaimana caranya memperoleh kebahagiaan sejati? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman 

  • Ayat 15 : mengapa Paulus menggunakan ilustrasi wasiat untuk menjelaskan janji ALLAH kepada umat-Nya?
  • Ayat 16-18: Bagaimanakah Rasul Paulus menjelaskan relasi KRISTUS dengan janji ALLAH kepada Abraham ?

Di jemaat Galatia terdapat orang-orang yang mengajarkan bahwa iman di dalam KRISTUS merupakan langkah awal dan iman itu harus disempurnakan dengan melakukan Taurat. Jadi, mereka mengajarkan iman plus melakukan Taurat sebagai syarat keselamatan.

Namun dalam bacaan hari  ini Paulus memisahkan iman sejati dari keharusan melaksanakan hukum Taurat. Untuk itu ia menjelaskan sejarah keselamatan. Janji kepada Abraham bagaikan sebuah surat wasiat yang memiliki keabsahan yang tak dapat dibatalkan, Paulus menjelaskan bahwa janji ALLAH kepada Abraham tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat (ayat  15). Pertama, janji Allah kepada Abraham itu sah secara hukum maka tidak dapat dibatalkan (ayat 17a). Kedua, hukum Taurat baru diberikan empat ratus tiga puluh tahun kemudian sehingga tidak mungkin bisa membatalkan yang telah ada terlebih dahulu (ayat 17b)

Dengan dua alasan inilah Paulus menghancurkan kesimpulan bahwa janji ALLAH kepada Abraham harus ditambah dengan hukum Taurat supaya orang-orang Yahudi Kristen di Galatia mengalami janji berkat dari ALLAH. Konsep Mesias dari Paulus juga sangat jelas, yaitu bahwa keturunan yang ALLAH janjikan kepada Abraham itu menunjuk kepada KRISTUS (ayat 16).  Jadi, janji berkat ALLAH melalui Abraham kepada orang percaya bukan didapatkan dengan menjalankan Taurat, tetapi ada di dalam KRISTUS sebagai penggenapan dari Taurat. Dengan beriman kepada KRISTUS orang percaya mendapatkan dan menikmati penggenapan janji keselamatan itu.

Kalau kebahagiaan orang Kristen didasarkan pada ketaatan melakukan hukum Taurat atau ajaran-ajaran kebajikan lainnya, maka dapat dipastikan kita akan frustasi. Sebaliknya dengan bersandar kepada janji ALLAH di dalam KRISTUS, kita dimungkinkan untuk hidup berkemenangan melawan kedagingan dan hawa nafsu duniawi.

Jadi bila kita ingin menikmati kebahagiaan yang sejati, pilihlah hidup beriman dan berjalan di dalam KRISTUS.  Kebahagiaan ini tidak tergantung pada situasi dan kondisi, tidak pula tergantung pada kemampuan kita. Kebahagiaan sejati adalah anugerah yang TUHAN janjikan bagi setiap orang yang diselamatkan-Nya. 

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah kembali perjalanan hidup Anda selama ini. Apakah Anda mengalami kebahagiaan  dalam seluruh dinamika kehidupan?  Teruslah hidup dalam KRISTUS, niscaya kebahagiaan akan selalu Anda alami.

Tekadku
Ya KRISTUS, mampukanlah aku untuk selalu setia hidup di jalan-Mu. Jangan biarkan aku diombang-ambingkan pelbagai ajaran dan tawaran kenikmatan yang hendak merenggut aku dari kasih sayang dan keselamatan anugerah-Mu

Tindakanku
Aku akan selalu mengarahkan kehidupanku untuk setia mengikut KRISTUS dengan terus belajar mendengar dan mendalami Firman-Nya. Aku akan terus berjuang untuk belajar melakukan Firman-Nya sebagai tanda sedia berjalan bersama-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«