suplemenGKI.com

Jumat, 21 Juli 2017

20/07/2017

Bacaan : Roma 8 : 12 – 17

Tema : ”Ya Abba, Ya Bapa”

PENGANTAR
Dalam bahasa Arami seruan “Abba”mula-mula merupakan seruan anak-anak kecil kepada bapaknya. Namun pada zaman Tuhan Yesus sebutan “Abba” telah mendapat arti lebih umum yaitu “bapak” atau “bapakku”. Hanya asalnya dari suasana akrab yang berlaku antara seorang anak kecil dan bapaknya, tidak dilupakan, sehingga orang Yahudi pada zaman itu tidak pernah memakainya untuk memanggil Tuhan. Ketika Tuhan Yesus  memakai sebutan “Abba” untuk Bapa-Nya maka hal itu hendak menyingkapkan suatu hubungan yang unik dengan Allah Bapa.

PEMAHAMAN

  1. Apa makna dibalik kalimat, “kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah ? ( ayat 15a)
  2. Apa pula makna dari kalimat, “oleh Roh itu kita berseru, Ya Abba, Ya Bapa” ? (ayat 15b)
  3. Mengapa Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah ? ( ayat 16 )

Menurut keyakinan dan pengalaman orang Kristen zaman Perjanjian Baru, penerimaan Roh terjadi bersamaan dengan penerimaan baptisan ( Kis 10:47;19:2; 1 Kor 6:11). Orang Israel (Yahudi) adalah anak Allah karena kelahirannya sedangkan orang Kristen adalah anak Allah berdasarkan pembaptisan dimulai pada saat mereka dibaptis. Dalam baptisan mereka menerima kedudukan seorang anak sekaligus menerima Roh (Roh Kudus) yang membuat mereka sanggup hidup sesuai dengan kedudukannya itu. Roh yang menjadikan kita anak Allah, yang berseru “Ya Abba, ya Bapa”. Dalam ayat-ayat terdahulu kehidupan seorang Kristen, harus hidup dalam Roh, mematikan perbuatan tubuh oleh Roh, hidup dipimpin Roh semua itu memuncak dalam seruan ya Abba, ya Bapa. Dalam kalimat ini terkandung inti pokok hukum Allah yaitu mengasihi Tuhan sebagaimana seorang anak mengasihi bapaknya. Dan menyatakan kasih itu dengan segenap hati menjadi seperti Dia, berpikir seperti Dia, berbicara dan berbuat seperti Dia.

Roh Kudus bersaksi kepada roh kita, menyatakan bahwa melalui kepercayaan kepada Yesus Kristus, melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia (Yesus Kristus) telah menghapus dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah sehingga kita boleh menyebut Dia Bapa kita.

Sungguh ! merupakan anugerah yang luar biasa kalau kita yang adalah orang-orang berdosa diangkat menjadi anak-anak Allah, bahkan kita memiliki hak sebagai ahli waris kerajaan sorga. Namun sebagai anak-anak Allah, sudahkah kita hidup dipimpin oleh Roh Allah ? sudahkan kita mengasihi Tuhan Bapa kita dengan sepenuh hati ? sudahkah kita hidup seperti Dia (Bapa), berpikir seperti Dia, berbicara dan berbuat seperti Dia ? jika belum maka mulai sekarang kita harus bertobat dan berubah sehingga kita dapat menjalani kehidupan seperti Dia. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak untuk merenungkan :  Bagaimana kehidupan saudara sebagai anak-anak Allah ? apakah saudara memiliki kedekatan layaknya seorang anak kecil dengan bapaknya ? apakah saudara sudah memuliakan dan menyenangkan hati bapak kita yang di Sorga ?

TEKADKU
Ya Abba, ya Bapa ! ampunilah saya kalau dalam kehidupan saya masih jauh dari sempurna dalam melakukan kehendak Bapa.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus hidup seperti Dia (Bapa), berpikir, berbicara, berbuat seperti Dia.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*