suplemenGKI.com

2 Petrus 1:16-21

KEMULIAAN KRISTUS DAN KEBENARAN FIRMAN

PENGANTAR
Di sebuah pasar, di pusat kota, seorang penjual obat membuka lapaknya. Dengan sigap ia mengeluarkan peralatannya dan mulai melakukan trik sulapnya. Dalam sekejap, orang-orang  datang  berkerumun di sekitarnya, dan Ia pun mulai menawarkan obat dagangannya. Dengan alat peraga yang telah dipersiapkannya, ia menunjukkan betapa efektifnya obat itu menjernihkan air keruh di sebuah tabung. ”Obat ini akan menyingkirkan semua racun yang ada dalam darah Anda,” katanya. Orang-orang yang berkerumun di sekitarnya pun kagum melihat kasiat obat itu, lalu membelinya. Sebuah cara yang kreatif untuk menarik dan meyakinkan banyak orang, bukan? Setujukah Anda jika kebenaran firman Allah diberitakan dengan cara seperti itu?

PEMAHAMAN

  • Ay. 16-18.  Mengapa Petrus perlu menegaskan bahwa ia adalah saksi mata dari kebesaran Yesus? (ay. 16). Pengalaman manakah yang disebutkan di sini (ay. 17-18). Apa hubungannya dengan kebenaran yang disampaikannya?
  • Ay. 19-21. Apa dampak dari pengalaman itu bagi Petrus sendiri? (ay. 19). Apa hubungannya dengan pemahaman dan sikap kita terhadap Kitab Suci atau firman Allah? (ay. 20-21).

Sejak dulu, dongeng digunakan sebagai alat yang ampuh untuk menyampaikan ”kebenaran”. Di zaman itu, banyak nabi dan guru palsu (lihat 2:1) yang piawai mengarang dongeng untuk menarik perhatian dan meyakinkan orang-orang yang mendengarkan mereka. Namun, tidak demikian dengan Petrus. Ia tidak menggunakan dongeng untuk menyampaikan kebenaran, melainkan pengalamannya sebagai saksi mata akan kemuliaan-Nya (ay. 16).

Petrus adalah saksi mata dalam peristiwa Transfigurasi (Mat. 17:1-5). Ketika itu Petrus, Yakobus, dan Yohanes diajak Yesus menuju ke sebuah bukit dan menyaksikan perubahan rupa Yesus. Pemandangan akan kemuliaan Yesus ini dilengkapi dengan suara Allah, ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah aku berkenan.” (ay. 17-18). Posisi Petrus sebagai saksi mata sangatlah penting karena ia memberitakan tentang kuasa Kristus dan tentang kedatangan Kristus yang kedua kali (ay. 16). Penyataan kemuliaan Kristus itu menegaskan jati diri sekaligus kuasa-Nya sebagai Anak Allah. Kemuliaan seperti itulah yang kelak akan kita lihat pada waktu kedatangan-Nya kembali.

Petrus memahami peristiwa Transfigurasi sebagai penggenapan nubuat yang disampaikan oleh para nabi. Karena itu, pengalamannya sebagai saksi mata dalam peristiwa tersebut membuatnya semakin yakin akan kebenaran firman Allah (ay. 19a). Itulah sebabnya Petrus menasihati para pembacanya (juga kita semua) agar memahami dua hal penting ini: 1) Kitab Suci adalah firman Allah, yang ditulis atas kehendak Allah sendiri, dan 2) para nabi yang menuliskannya pun berbicara atas nama Allah (ay. 20-21). Firman Allah harus tidak boleh ditafsirkan sekehendak hati (ay. 20b), dan penggenapannya harus dinantikan dengan ketekunan (ayat 19b).

REFLEKSI
Apa yang membuat Anda yakin akan kebenaran firman Allah? Pernahkan Anda ”melihat” kemuliaan Kristus yang membuat Anda semakin yakin akan kebenaran firman-Nya?

TEKADKU
Tuhan, berikanlah aku kepekaan untuk melihat kemuliaan-Mu, juga melalui berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupanku sehari-hari.

TINDAKANKU
Dalam kesempatan yang terdekat, aku akan menceritakan kemuliaan Tuhan yang pernah kulihat atau kualami dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«