suplemenGKI.com

Keluaran 22:21-27

 

Belas Kasih Pada Orang Yang Tidak Mampu

 

Pengantar
Manusia telah terbiasa dengan memperhatikan dirinya sendiri atau memperhatikan orang yang masih ada hubungan darah dengan dia. Kecenderungan kita yang mengasihi diri sendiri inilah yang juga nampak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita kurang peduli dengan orang lain yang tidak ada hubungan darah atau persaudaraan. Bagaimana Tuhan mengajarkan bangsa Israel untuk peduli dengan orang asing atau orang yang tidak mampu?

Pemahaman
Ay2 1, Mengapa Tuhan mengajarkan bangsa Israel untuk peduli dengan orang asing?
Ay 22, Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang yang tidak mampu?
Ay 23-24, Apa yang akan dilakukan Tuhan, kalau bangsa Israel bertindak jahat kepada orang-orang yang tidak mampu tersebut?
Ay 25-26, Apa yang menjadi prinsip dasar  orang menolong sesamanya?
Ay 27, Karakter apakah yang dimunculkan dibagian ini tentang Tuhan?

Tuhan mengajarkan kepada bangsa Israel untuk memperhatikan orang-orang yang tidak mampu termasuk orang asing. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka dulu juga orang asing di negri Mesir. Tuhan memperhatikan jeritan orang Israel ketika hidup sebagai orang  asing di tanah Mesir, sehingga Tuhan membebaskan bangsa Israel dari tangan orang-orang Mesir.

Tuhan juga ingin bangsa Israel berlaku bijak terhadap sesamanya terutama bagi mereka yang kurang mampu, termasuk janda dan anak yatim. Tuhan berharapumat  Israel tidak menindas orang yang tidak mampu namun justru memperhatikan mereka. Bahkan Tuhan akan membalas setiap perbuatan jahat yang dilakukan terhadap mereka yang kurang mampu.

Tuhan juga meletakkan prinsip dasar untuk menolong orang lain: Jangan memberikan beban yang berat bagi orang-orang miskin, atau jangan memanfaatkan kemiskinan orang lain untuk memperkaya dirinya sendiri. Jangan menambah penderitaan orang miskin dengan cara menggadaikan milikinya karena tidak mampu membayar hutang, apalagi miliknya itu hanya satu-satunya.

Tuhan mengingatkan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan adalah pengasih bagi setiap orang termasuk juga bagi mereka yang tidak mampu. Tuhan tetap akan menunjukkan kasihNya kepada mereka yang tidak mampu, maka sebagai bentuk peduli Tuhan kepada orang yang tidak mampu tersebut, Tuhan mengajarkan pemahaman ini kepada umat kesayanganNya, supaya umat kesayanganNya berlaku seperti Tuhannya.

Refleksi
Ambil waktu sejenak, pikirkanlah? Apakah saya sudah berbelas kasih kepada orang lain terutama yang tidak mampu?

Tekad
Tuhan Yesus, ajarkanlah kepada kami untuk mengasihi sesama kami, terutama yang membutuhkan pertolongan kami. Berilah kepekaan terhadap kami untuk menolong mereka.

Tindakan
Hari ini saya akan mengasihi orang yang kurang mampu dengan cara memberikan sesuatu kepadanya, antara lain tukang sampah, tukang becak atau pengemis.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«