suplemenGKI.com

Lukas 1 : 26 – 38

“Siap Menjalankan Kehendak-Nya”

PENGANTAR
Kehendak Allah tidak selalu mudah untuk dipahami dan dilakukan. Ada hal-hal yang  mudah kita pahami tetapi ada hal-hal yang sangat sulit kita pahami sehingga kita tidak mampu untuk melakukannya. Bahkan ada kalanya Tuhan menginginkan kita melakukan sesuatu hal yang sulit kita lakukan. Seperti ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak anaknya. Hal yang sama adalah apa yang dialami oleh Maria, seorang gadis desa dari Nazaret. Tuhan Allah berkenan menyatakan Anugerah-Nya menjadi ibu dari Mesias. Padahal Maria pada saat itu belum menikah. Akankah Maria menerima Anugerah Allah tersebut ?

PEMAHAMAN

  1. Berita apakah yang disampaikan Malaikat kepada Maria ? bagaimana respon Maria ? ( ayt 26-29 )
  2. Apa makna dari salam tersebut ? ( ayt 30-37 )
  3. Bagaimana kesiapan hati Maria dalam menyambut Anugerah Allah ?

Malaikat Gabriel di utus Tuhan Allah menyampaikan berita kepada Maria di Nazaret. Tuhan Allah berkenan berkenan menyatakan Anugerah-Nya dengan memilih seorang gadis desa biasa, tidak terpandang namun dipilih Tuhan Allah menjadi alat-Nya menjadi ibu Mesias, yang dijanjikan Tuhan Allah. Ketika malaikat Gabriel datang dan menyampaikan salam kepada Maria, tentu saja Maria takut dan tidak memahami maksudnya. Namun kembali malaikat Gabriel menjelaskan arti salam tersebut kepada Maria supaya di pahami. Dalam penjelasannya malaikat Gabriel menyatakan bahwa Maria akan beroleh Kasih Karunia dihadapan Tuhan, Maria akan mengandung dari Roh Kudus, dan akan menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan akan mengaruniakan takhta Daud dan akan menjadi raja atas keturunan Yakub dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Menghadapi berita yang sangat mencengangkan tersebut Maria bertanya kepada Malaikat Gabriel, bagaimana mungkin ia bisa mengandung karena ia belum bersuami. Malaikat Gabrielpun menjawab bahwa Maria akan mengandung karena pekerjaan Roh Kudus. Malaikat Gabriel juga menjelaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah (37). Mendengar kata-kata malaikat Gabriel, maka Maria merespon dengan kalimat, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Dari pernyataan Maria tersebut dapat kita pahami bahwa sikap Maria adalah tunduk dan berserah yang bulat dan tidak memperhitungkan harga dirinya sendiri. Karena Maria memahami bahwa dirinya adalah hamba Tuhan, milik Tuhan. Dan ia harus tunduk kepada Tuhan. Pertanyaannya, apakah kita juga memiliki sikap tunduk dan berserah kepada Tuhan, pada saat Tuhan meminta kita taat ?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : seadainya Tuhan memerintahkan kepada kita, untuk melakukan sesuatu yang sulit, apakah kita/anda mau melakukannya ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya karena seringkali tidak melakukan tugas yang Tuhan perintahkan, jangankan hal-hal yang sulit, yang mudah untuk dilakukan saja saaya enggan melakukan.

TINDAKANKU
Saya harus belajar melakukan kehendak-Nya, baik yang mudah maupun yang sulit.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«