suplemenGKI.com

Bacaan : IBRANI 10 : 11-18.

SATU-SATUNYA KORBAN YANG SEJATI ( lanjutan )

Dalam bacaan kita hari ini penulis Ibrani menjelaskan perbedaan tajam antara korban yang dipersembahkan Yesus dan korban-korban hewan yang dipersembahkan oleh para imam.

Pertanyaan Penuntun :

  1. Bagaimana para imam mempersembahkan korban-korbannya? Apakah korban-korban mereka dapat menyelesaikan masalah dosa manusia?
  2. Bagaimana Yesus Kristus mempersembahkan korban? apakah korban Yesus Kristus dapat menyelesaikan masalah dosa manusia?
  3. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari pengorbanan Yesus Kristus ?

RENUNGAN

Korban hewan oleh para imam harus diulang berkali-kali, dan meskipun demikian upacara-upacara korban tersebut tidak ada khasiatnya yang sungguh-sungguh. Setiap hari para imam mempersembahkan korban-korban, sebagai berikut : korban bakaran, dilakukan setiap pagi dan petang, mempersembahkan seekor anak domba umur 1 tahun, tanpa cacat cela. Bersama dengan itu pula dipersembahkan korban sajian dengan berbagai macam persyaratan yang telah ditentukan oleh hukum Taurat (korban imamat yang rutin ). Proses semacam ini (korban) tak ada akhirnya dan membiarkan manusia tetap sadar akan dosanya tetapi tidak ada jalan keluarnya sehingga manusia tetap terasing dari Allah, sehingga melalui korban-korban tersebut sesungguhnya manusia tidak dapat menyelesaikan masalah dosanya.

Sebaliknya pengorbanan Yesus Kristus dilakukan sekali saja dan dilakukan secara sempurna, dan hal itu menunjukkan kasih Allah. Dalam hidup pelayanan dan dalam kematian yang memancarkan kasih itu nampak jelas hati Allah. Dengan memandang kepada Yesus kita dapat mengatakan, “Itulah wujud Allah”. Disisi lain  hidup dan kematian Yesus adalah suatu tindakan ketaatan yang sempurna, oleh karena itu merupakan satu-satunya pengorbanan yang sempurna. Dalam Yesus terdapat wahyu Allah yang sempurna dan sekaligus ketaatan sebagai korban yang sempurna, oleh sebab itu pengorbananNya tidak dapat diulangi lagi, cukup satu kali untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal.

Apa yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus melalui karya pengorbananNya diatas kayu salib, untuk keselamatan kita, mengajarkan kepada kita untuk :

  1. Bersyukur kepada Tuhan, yang kita wujudkan kesetiaan dalam beribadah, bersekutu dalam doa dan Firman.
  2. Menyatakan ketaatan hidup kepada Tuhan, dengan menjaga kekudusan hidup dalam pertolongan Tuhan.
  3. Kerelaan hidup dalam kasih kepada sesama, rela menolong sesama (berkorban) sebagai tindakan kasih yang nyata.
  4. Kesediaan melayani Tuhan dengan segenap talenta kita.

Dengan melakukan hal tersebut di atas kita telah menghayati pengorbanan Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Saudara pasti bisa melakukannya, mulailah dari sekarang. Amin.

Memaknai pengorbanan Kristus seharusnya dengan tindakan nyata”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*