suplemenGKI.com

Jumat, 21 April 2017

20/04/2017

Yohanes 20:24-29

MENGALAHKAN KERAGU-RAGUAN

PENGANTAR
Jika para murid yang lain bermasalah dengan ketakutan, Tomas mempunyai masalah yang berbeda: keragu-raguan. Sama seperti ketakutan, keragu-raguan juga merupakan hambatan yang besar dalam pemberitaan Injil. Jika kita sendiri tidak sepenuhnya percaya akan kebangkitan-Nya, bagaimana kita dapat memberitakan kabar sukacita itu kepada orang lain?

Sebenarnya bukan hanya Tomas yang harus berjuang untuk mengalahkan keragu-raguannya. Banyak orang Kristen di masa kini yang juga tidak sepenuhnya percaya kepada Yesus yang bangkit. Lebih parah lagi, banyak juga orang Kristen yang tetap hidup dalam keragu-raguan karena terlalu malas belajar untuk membangun dan memperkokoh imannya.

PEMAHAMAN

Ay.24-25    Bagaimana cara murid-murid yang lain meyakinkan Tomas mengenai kebangkitan Yesus? (ay. 25a). Mengapa Tomas tidak mempercayai mereka? (ay. 25b, lihat juga Yoh. 11:16).

Ay. 26-28   Apa yang dilakukan Yesus untuk menolong Tomas mengalahkan keragu-raguannya?

Ay. 29          Menurut Anda, mungkinkan seseorang percaya walau tidak melihat? (bandingkan dengan 1 Petrus 1:8-9).

Murid-murid yang lain sudah berupaya memakai cara yang terbaik untuk meyakinkan Tomas mengenai kebangkitan Yesus. Mereka berkata, “Kami telah melihat Tuhan!” Mereka menempatkan diri sebagai saksi mata, dan kesaksian mereka dapat dipertanggungjawabkan karena jumlah mereka jauh melebihi dua orang. Lagipula, Tomas mengenal mereka semua dengan baik. Namun, Tomas tetap tidak percaya dengan kesaksian mereka. Mengapa? Rupanya Tomas memang termasuk orang yang sulit percaya terhadap perkataan orang lain sebelum dia membuktikannya dengan mata kepalanya sendiri. Selain itu, Tomas memang sudah memperkirakan bahwa sikap Yesus yang menurutnya cenderung “nekat” itu pada suatu saat akan mendatangkan kematian bagi-Nya (Yoh. 11:16). Dua hal ini cukup untuk membuat Tomas meragukan kesaksian murid-murid yang lain.

Syukurlah bahwa Tuhan mengerti dan peduli terhadap kesulitan Tomas. Ketika Tomas berada di tempat para murid berkumpul, Yesus datang lagi ke sana untuk menjumpai Tomas. Setelah memberikan salam kepada semua murid-Nya, Yesus memberi kesempatan Tomas untuk melakukan pembuktian yang dibutuhkannya: melihat bekas paku di tangan-Nya, mencucukkan jarinya di lubang bekas paku tersebut, dan juga lubang di lambung-Nya. Keraguan Tomas pun lenyap, dan Tomas mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Allahnya.Sesungguhnya, iman tidak selalu menuntut bukti-bukti yang dapat dilihat atau dijamah. Justru sebaliknya, seperti kata Yesus, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

REFLEKSI
Masih adakah hal yang Anda ragukan mengenai karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus? Apa yang telah Anda lakukan untuk mengalahkan keraguan Anda?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku mengalahkan keragu-raguanku agar aku pun dapat menjadi saksi-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan mempelajari kembali pokok-pokok ajaran yang mendasar mengenai keselamatan dalam Yesus Kristus imanku semakin teguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«