suplemenGKI.com

Gembalakanlah Domba Allah

 

1 Petrus 5:1-5

 

Pengantar
                Ada permainan anak jaman dulu yang disebut dengan ular naga, di mana ada pemimpin yang bertugas melindungi anak buahnya yang diserang oleh musuhnya. Pemimpin ini ada di depan dan anak buahnya dibelakangnya. Maka musuhnya yang ada di depan pemimpin tersebut akan berusaha untuk mengambil anak buahnya dan pemimpin bertugas untuk menghalang-halangi musuhnya tersebut supaya jangan sampai anak buahnya terambil dari tangan musuh. Itulah gambaran seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Apa yang dikatakan pada bacaan kita hari ini tentang pemimpin?

Pemahaman
Ay 1, Bagaimana Petrus mengenalkan dirinya kepada jemaat yang ada diperantauan?
Ay 2-3, Apa yang dinasihatkan Petrus kepada para penatua jemaat?
Ay 4, Apa yang akan diberikan oleh Gembala Agung kalau Ia datang?
Ay 5, Apa yang dinasihatkan Petrus kepada kaum muda?

Petrus mengenalkan dirinya sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus kepada jemaat perantauan. Petrus menasihatkan untuk para penatua jemaat benar-benar dapat berfungsi sebagai gembala yang menggembalakan kawanan domba Allah. Ada beberapa nasihat yang perlu diperhatikan: Pertama, mengembalakan dengan penuh sukacita dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Petrus ingin mengajarkan kalau melayani jemaat jangan dengan terpaksa namun dengan suka rela yang akan menghasilkan suka cita. Kedua, menggembalakan kawanan domba Allah dengan pengabdian bukan untuk mencari keuntungan diri sendiri. Dengan kata lain melayani jemaat dengan pengorbanan bukan malah mengorbankan orang lain.

Petrus mengingatkan bahwa pengabdian kita kepada Tuhan tidak pernah sia-sia karena Tuhan sebagai Gembala yang Agung akan mengingat kita dan memberikan mahkota kemuliaan. Petrus mengingatkan para penatua bahwa melayani bukan untuk mencari kesenangan diri sendiri maupun orang lain namun menyenangkan hati Tuhan.

Oleh karena itu Petrus menghimbau untuk semua jemaat dapat bekerja sama dengan baik dan saling mengasihi, maka kepada kaum muda diharapkan untuk menghormati yang lebih tua. Serta diantara mereka hendaklah saling merendahkan hatinya masing-masing, sehingga tidak ada orang yang congkak karena orang yang congkak hati ditentang oleh Tuhan.

Petrus sadar benar bahwa dia dulu termasuk orang yang congkak, menganggap dirinya lebih baik dari rasul yang lain, namun Tuhan berbelas kasihan kepadanya, menjamah dan memulihkan hidupnya. Maka pengalaman yang indah inilah yang ingin dibagikan oleh Petrus kepada jemaat yang ada diperantauan.
 Refleksi
Ambillah waktu sejenak dan renungkan: Bagaimana sikap kita sebagai gembala yang ada di gereja, rumah, kantor atau pekerjaan kita? Sudahkah kita menghadirkan kasih Allah dalam merawat domba Allah yang dipercayakan kepada kita?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kami karena seringkali sikap kami kepada orang lain bukan seperti gembala yang memperhatikan domba-dombanya, kami malah berlaku kasar, arogan dan sok tahu.

Tindakanku
Hari ini saya menyadari bahwa saya harus bersikap seperti gembala yang membimbing domba-dombanya, bukan bersikap semau gue.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*