suplemenGKI.com

Kembali Ke Jalan Yang Benar

2 Raja-raja 22:1-10

Pengantar
Orang yang tersesat biasanya sulit  menemukan jalan yang benar.  Seringkali mereka menganggap jalan yang mereka lalui itu sudah benar,  apalagi kalau jalan itu sudah pernah dilalui oleh nenek moyangnya. Demikian juga kalau orang tua menempuh jalan yang salah, seringkali diikuti oleh anak-anaknya, sehingga anak-anaknya sulit  menemukan jalan yang benar. Maka alangkah bahagianya kalau orang yang berjalan dalam kegelapan dapat kembali kepada jalan yang benar.

Pemahaman

Ay 1-2, Apa yang Raja Yosia lakukan waktu memimpin bangsanya?

Ay 3-7, Apa yang diperintah Raja Yosia kepada Safan?

Ay 8-10, Apa yang Imam besar Hilkia lakukan dan bagaimanakah tanggapan Raja Yosia terhadapnya?

Dalam usia yang masih terlalu muda menjadi raja,  Yosia melakukan hal-hal yang baik dan benar di hadapan Tuhan.  Raja Yosia tidak mencontoh ayahnya Amon dan Manasye kakeknya yang berbuat jahat di mata Tuhan, dengan mendirikan tempat-tempat penyembahan berhala, sehingga  membawa bangsa Israel jauh dari Tuhan. Namun Raja Yosia mencontoh bapa leluhurnya raja Daud.

Raja Yosia mulai melakukan gerakan pembaharuan, ia menyuruh Safan pergi ke rumah Tuhan dan menjumpai imam besar Hilkia. Raja Yosia menyuruh tukang-tukangnya untuk memperbaiki rumah Tuhan yang telah rusak. Pada waktu rumah Tuhan diperbaiki maka ditemukannya kitab Taurat oleh Imam besar Hilkia, dan diberikan ke Safan. Lalu Safan memberikan Taurat itu kepada Raja Yosia dan membacakannya bagi raja. Setelah Yosia mendengar Taurat Tuhan, maka dikoyakkannya pakaiannya tanda raja Yosia berduka karena telah lama Taurat Tuhan tidak diikuti oleh bangsa Israel. Yosia berhasil mengembalikan Taurat Tuhan dalam rumah Tuhan dan mengikuti Taurat Tuhan dalam hidupnya.

Raja Yosia menjadi raja yang luar biasa hebatnya dari lingkungan orang-orang yang menyembah berhala, orang-orang yang menjauhkan diri dari Tuhan, menjadi orang dan raja yang takut akan Tuhan dan bahkan berhasil membawa rakyatnya untuk menyembah kepada Tuhan yang benar.

Bagaimana jalan kehidupan kita dihadapan Tuhan? Puji nama Tuhan kalau kita dapat terus berjalan bersama-sama dengan Dia. Namun bertobatlah kalau jalan yang sedang kita tempuh menjauhkan diri dari Tuhan dan gerejaNya.

Refeksi
Renungkanlah: Sejauh mana anda mencintai Taurat Tuhan (Alkitab)? Dan bagaimana anda memperlakukan Taurat Tuhan tersebut?

Tekadku
Ya Tuhan, TauratMU sering kali kami lupakan, kami tidak membacanya, tidak merenungkannya bahwa tidak menghidupinya, ampuni kami kalau kami telah menjauhi TauratMU.

Tindakanku
Setiap hari saya akan membaca Firman Tuhan sebagai bentuk saya mencintai TauratMU.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«