suplemenGKI.com

Jumat, 20 Maret 2020

19/03/2020

INDAHNYA HIDUP DALAM PEMELIHARAAN  SANG GEMBALA

 

Mazmur 23

Pengantar
Mazmur 23 ini merupakan salah satu mazmur yang cukup terkenal dan banyak orang mengingat dan menghapalkannya. Mazmur 23 memberikan kesaksian iman tentang Tuhan yang adalah Gembala bagi umat-Nya. Mazmur ini merupakan  gambaran metaforis tentang kasih seorang Gembala bagi domba-domba-Nya (umat-Nya ). Mengapa Tuhan digambarkan sebagai Gembala? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman 

  • Ayat 1 – 6 : Bagaimana gambaran sosok Gembala yang Baik yang diungkapkan oleh Pemazmur?

Pemazmur menggambarkan hubungan dirinya dengan Tuhan bagaikan domba yang dipelihara oleh gembala yang baik. Menggunakan gambaran domba yang dipelihara oleh gembala (ayat 1-4) dan tamu di hadapan tuan rumah yang sangat baik hati (ayat 5-6), Daud menggambarkan betapa indahnya hidup dalam pemeliharaan Allah. Mengapa?

Domba adalah binatang yang tidak dapat hidup lepas dari sang gembala sebab ia tidak dapat mencari makan dan minum sendiri atau pun melindungi dirinya sendiri dari serangan binatang buas. Demikian pula Daud sebagai domba dalam menjalani hidup di dunia, ia senantiasa membutuhkan pertolongan Allah. Ia bukan hanya tidak akan kekurangan namun materi yang ia dapatkan akan menyehatkan dan menyegarkan dirinya, bukannya membuatnya sakit (ayat 2), sebab gembalanya akan membimbingnya untuk mendapatkan materi secara benar dan sehat (ayat 3). Gambaran ini mengandung kebenaran yang dalam yaitu materi untuk memenuhi kebutuhan fisik yang kita dapatkan tanpa bimbingan Tuhan justru akan menghancurkan kita sebab materi itu mungkin rumput yang beracun atau air yang di dasarnya terdapat pusaran arus yang deras sehingga akan menenggelamkan kita. Daud juga menyadari bahwa ia bukan hidup di surga namun di dunia yang telah jatuh ke dalam kuasa dosa. Karena itu ia tidak heran jika suatu saat harus mengalami penindasan dan ketidakadilan yang akan membawanya kepada kematian. Ia tidak takut sebab ia tahu bahwa Allah yang menyertai adalah Allah yang berkuasa menjaga dan melindunginya (ayat 4).

Mampukah Saudara menikmati makanan lezat di sebuah perjamuan jika Anda tahu musuh-musuh sedang menanti untuk menghancurkan Anda? Daud mampu. Ia yakin bahwa dirinya adalah tamu Allah. Di zaman Timur Tengah purba, tamu adalah raja dan kebutuhannya harus dipenuhi sang tuan rumah. Selain itu seorang tuan rumah bertanggungjawab atas keselamatan tamunya. Ini membuat dirinya tetap tenang dalam segala situasi dan tetap dapat menikmati setiap berkat yang disediakan Allah walaupun sedang menembus badai krisis (ayat 5-6).

Refleksi
Dalam keheningan, selidikilah kehidupan Saudara! Apakah segala berkat materi yang Anda miliki sekarang merupakan rumput hijau dan air yang tenang? Apakah Sudara dapat tetap tenang menikmati kehidupan ini walaupun gejolak sosial dan politik semakin memanas? Apakah Saudara menyadari bahwa diri Saudara adalah domba sekaligus tamu dari Gembala dan Tuan Rumah Agung yaitu Allah 

Tekadku
Tuhan, mampukanlah aku untuk menjadi domba yang selalu mensyukuri cinta kasih-Mu dan selalu berjalan dalam tuntunan-Mu agar aku dapat merasakan keindahan hidup dalam naungan-Mu.

Tindakanku

  • Aku akan selalu mensyukuri kasih dan pemeliharaan Tuhan dalam hidupku.
  • Aku akan berjuang tidak mengeraskan hati melainkan akan terus membuka telinga dan hatiku untuk mendengar suara dari Tuhan, Sang Gembala yang menuntunku.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«