suplemenGKI.com

Jumat, 20 Juli 2012

19/07/2012

KINI KITA SATU KELUARGA

Efesus 2:11-22

Pernahkah Saudara mendengar ungkapan “ seenak apa pun di negeri orang, masih enak tinggal di negeri sendiri”?  Ungkapan  ini mau menjelaskan betapa tidak enaknya hidup sebagai orang asing. Dalam sebuah komunitas, kita  berharap menjadi kawan dan keluarga dari semua orang yang ada dalam komunitas tersebut, bukan sebagai orang asing yang dijauhi.Betapa menderitanya bila kita masuk dalam sebuah komunitas yang tak mau berkawan dengan kita bahkan cenderung  menjauhi  kita. Untuk itu mari belajar dari perenungan hari ini.

 

Pendalaman teks Alkitab

  • Ayat 11-12:  Bagaimanakah pandangan Paulus tentang bangsa bukan Yahudi sebelum kedatangan KRISTUS?
  • Ayat 13-18:   Bagaimanakah posisi bangsa bukan Yahudi setelah kedatangan KRISTUS?
  • Ayat 19-21:  Apakah gambaran yang dipakai untuk menjelaskan tentang perubahan hidup di dalam KRISTUS?

 

Renungan

Perikop ini mengajak orang-orang Kristen bukan Yahudi mengingat situasi mereka pada waktu dahulu. Sebelum kedatangan KRISTUS, orang-orang bukan Yahudi disebut sebagai orang-orang yang tak bersunat oleh orang Yahudi. Orang Yahudi sangat memandang rendah  orang-orang tak bersunat. Mereka dipandang  tidak termasuk dalam kewargaan Israel (Israel memahami dirinya sebagai bangsa yang kudus yang diperintah oleh ALLAH sendiri). Mereka juga dianggap tidak akan mendapat bagian  dari janji ALLAH, tanpa pengharapan dan tanpa ALLAH dalam dunia. Di dalam KRISTUS, semua itu menjadi berubah. Sekarang, di dalam KRISTUS, mereka yang dahulu “jauh” sudah menjadi “dekat”. Kalimat ini  dirujuk dari  ucapan para Rabbi terhadap orang yang masuk ke dalam agama Yahudi. Mereka  menyebut orang-orang yang masuk ke dalam agama Yahudi dengan ungkapan: ” orang itu telah dibawa dekat”.

Kemudian Paulus memberikan gambaran karya KRISTUS  yang mempersatukan semua bangsa. Paulus memakai gambaran tembok pemisah yang telah dirobohkan oleh KRISTUS. Gambaran ini berangkat dari situasi di dalam Bait suci yang didalamnya terdapat bilik-bilik. Antara bilik yang satu dengan bilik yang lain terdapat perbedaan tingkat ketinggian. Bilik yang pertama untuk  untuk orang bukan Yahudi lalu berturut- turut untuk wanita, untuk orang-orang Israel, untuk para imam dan yang terakhir ruang Mahakudus. Tembok pemisah inilah yang diruntuhkan oleh KRISTUS. Hal ini menggambarkan  bahwa KRISTUS telah membawa perdamaian antara sesama manusia, maupun antara manusia dengan ALLAH. Bagaimanakah hal ini bisa dilakukan oleh  KRISTUS? Dalam ayat 15-16, dijawab “dengan mati-Nya  sebagai manusia di kayu salib”. Kematian KRISTUS  menjadikan kedua pihak (yang jauh maupun dekat) memperoleh jalan masuk kepada Bapa (ayat 17-18).

Karya KRISTUS ini menjadikan orang-orang bukan Yahudi yang dulu jauh menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga ALLAH. Paulus juga mengatakan bahwa setiap orang adalah bagian dari bangunan  Bait ALLAH. Sedangkan batu penjuru dari bangunan itu adalah KRISTUS sendiri, sebagai pemersatu.

KRISTUS menjadi penyelesaian dari segala persoalan seputar perseteruan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang bukan Yahudi sekaligus perseteruan antara manusia dengan ALLAH.

Karya pendamaian KRISTUS membuat kita semua menjadi satu keluarga. Mari lanjutkan kebersamaan kehidupan sebagai kawan dan keluarga yang disatukan dalam satu KRISTUS. Sesungguhnya orang Kristen tak boleh merendahkan dan mengasingkan orang sebaliknya justru membangun kasih persahabatan dan persaudaraan sebagai satu keluarga di dalam KRISTUS, satu bangunan Bait ALLAH yang memuliakan ALLAH.

Marilah akhiri renungan hari ini dengan menyanyi :
Kucinta kluarga TUHAN, terjalin mesra sekali.
Semua saling mengasihi, betapa snang ku menjadi kluarganya TUHAN.

Doa: TUHAN, jadikanlah kami satu keluarga yang Engkau persatukan dalam kuasa darah-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«