suplemenGKI.com

KEGAGALAN SEBAGAI PEMBERITA INJIL

I Korintus 1:10-18

 

PENGANTAR

Memberitakan Injil merupakan tugas setiap orang percaya yang terwujud melalui kata, tindakan dan karya dalam kehidupan sehari-hari.  Gereja sebagai kumpulan orangpercaya harus mampu sebagai penggerak dalam pemberitaan Injil.  Dalam bacaan hari ini, patut disayangkan  bahwa justru orang-orang percaya yang berkumpul dalam satu gereja (= jemaat) seringkali justru menjadi penyebab gagalnya pemberitaan Injil.  Mengapa?  Mari kita membaca dan mempelajarinya.

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 10      : Apa nasihat Paulus kepada jemaat Korintus tentang kesatuan dalam pemberitaan Injil?
  • Ayat 12-16 : Apa yang menjadi penyebab perselisihan dalam jemaat?
  • Ayat 17      : Bagaimana Paulus menegaskan teladan dalam hidupnya?
  • Bagaimana dengan saudara?  Masih adakah perselisihan?  Masih adakah sikap egois? Apakah hal itu berdampak dalam pelayanan dan pemberitaan Injil?

Perikop yang kita baca ini menggambarkan kehidupan jemaat Korintus.  Pertama, bagian ini merupakan gambaran kegagalan jemaat dalam memahami keselamatan dari Tuhan.  Jemaat Korintus mengalami perpecahan karena mengagungkan (mengidolakan) pemberita Injil.  Hal itu merupakan kesalahan cara pandang terhadap keselamatan yang Tuhan kerjakan.  Mereka lebih mengarahkan diri pada karisma pemberita Injil bukan pada anugerah keselamatan yg merupakan inti dari pemberitaan Injil.  Kedua, kegagalan memahami keselamatan sehingga hati jemaat lebih tertuju kepada sang pemberita Injil membawa dampak yang besar dalam kehidupan jemaat.  Jemaat terkotak-kotak dan timbul perasaan diri sebagai yang paling besar dan benar, saling mementingkan diri sendiri yang akhirnya jemaat terpecah belah.  Tidak ada kerukunan dan kesatuan hati dalam membangun kehidupan dan pelayanan.  Bagaimana bisa melaksanakan tugas pemberitaan Injil?

Perpecahan dalam jemaat itu sudah mendatangkan ketidaknyamanan bagi seluruh anggota.  Sehingga rasul Paulus dengan tegas berbicara kepada jemaat Korintus bahwa hanya Kristussebagai pusat pemberitaan kabar baik, Dia pusat yang mempersatukan; dan demi Nama yang diberitakan itu, jemaat tidak boleh terkotak-kotak (ay.10).  Paulus mengingatkan bahwa Kristus tidak terbagi-bagi (ay.12-13).  Bahkan Paulus menegaskan bahwa pusat pemberitaan pemberita Injil adalah Kristus yang disalib dan bangkit.  Paulus mendorong jemaat untuk mengimani dengan sungguh bahwa pemberitaan tentang salib Kristus adalah keselamatan yang Tuhan anugerahkan.  Bukan pada karisma sang pemberita Injil.  Pemberitaan kabar baik dapat terwujud jika ada kesatuan bukan perpecahan.  Orang percaya harus minta hikmat dan kekuatan Allah untuk mengabarkan Kristus secara benar.

 

REFLEKSI

Mari merenungkan: pemberitaan Injil terwujud jika para pemimpin tidak menghimpun pengikut untuk diri sendiri dan jemaat tidak terpecah belah.

 

TEKADKU

Tuhan tolonglah aku agar tidak mementingkan diri sendiri, tidak menjadi penyebab terpecah belahnya jemaat.  Sehingga, pemberitaan Injil bisa terwujud dalam gerejaku.

 

TINDAKANKU

Aku mau menjadi orang percaya yang mendukung pemberitaan Injil di gerejaku, yang aku wujudkan dengan tidak merasa benar, tidak mementingkan diri sendiri tetapi mau membangun kesatuan hati dalam pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«