suplemenGKI.com

YANG TERPENTING DIANTARA YANG PENTING
1 KORINTUS 7: 29-35

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 29-30: Apa yang dimaksud oleh Paulus dengan nasihat ‘orang yang beristri harus berlaku seperti orang yang tidak beristri’? (lihat penjelasan Paulus lebih lanjut di ayat 32b-34)
  2. Ayat 30: Apa yang dimaksud oleh Paulus dengan nasihat ‘orang yang menangis seolah-olah tidak menangis, orang yang bergembira seolah tidak bergembira, orang yang membeli seolah tidak memiliki apa yang mereka beli’? (lihat penjelasan Paulus lebih lanjut di ayat 31a dan 32a)
  3. Apa yang melatarbelakangi pemikiran Paulus sehingga menasihatkan hal-hal tersebut di atas? (ayat 29 dan 31)
  4. Apa yang menjadi tujuan Paulus menasihati jemaatnya seperti itu? (ayat 35)
  5. Sesuai dengan nasihat Rasul Paulus, hal-hal apa yang saat ini menjadi penghalang Anda untuk dapat hidup efektif dan produktif dalam kekristenan Anda? Apakah itu kekuatiran Anda, atau justru kesenangan Anda? (harta benda, suami, istri, anak, atau yang lain-lain?)

 

RENUNGAN

Rasul Paulus tidak sedang menyalahkan orang-orang yang memutuskan untuk beristri atau bersuami ketika ia berkata, “orang yang beristri harus berlaku seperti orang yang tidak beristri”.  Sebab ternyata Paulus sedang berbicara mengenai perbedaan antara orang yang berkeluarga dengan yang tidak dalam hal pemusatan perhatian dalam hidupnya.  Orang yang berkeluarga mau tidak mau harus membagi perhatian dengan keluarganya, sedangkan mereka yang single tentu tidak demikian. Demikian pula Paulus tidak mencoba mengajak kita untuk hidup dalam kepura-puraan ketika ia berkata orang yang menangis seolah-olah tidak menangis, orang yang bergembira seolah tidak bergembira, orang yang membeli seolah tidak memiliki apa yang mereka beli.  Sebab pada intinya dari semua yang Paulus sebutkan, ia menasihatkan agar kita tidak hidup dalam kekuatiran akan segala sesuatu yang kita miliki, baik itu suami, istri, harta benda, dll.  Sebab kita sedang hidup dalam batasan waktu tertentu yang Tuhan tetapkan dan semua yang kita miliki itu tidak bersifat kekal.  Dunia ini akan segera berlalu. Dan karena itu Paulus menangkap ada urgensi untuk kita hidup dengan benar dan baik, melayani Tuhan tanpa diganggu oleh kekuatiran atau apapun yang ada pada kita sekarang (ay.35).  Apapun keadaan kita janganlah menjadi penghalang untuk kita hidup seperti yang Allah mau, sebab waktu yang Allah percayakan kita tidak tahu sampai kapan. Melainkan, bagaimana pun status kita, relasi yang kita miliki dengan orang lain, harta, tawa dan tangis kita, semua kita gunakan untuk mengarahkan hidup kita baik dan benar di hadapan Allah. 

Allah sanggup memakai kita menjadi mitraNya dengan segala yang kita miliki, maupun yang tidak kita miliki.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*