suplemenGKI.com

1 Petrus 3:18 – 4:2

HIDUP KRISTIANI, HIDUP SETURUT TELADAN YESUS

 

Pengantar
Firman Tuhan yang kita baca ini merupakan Surat Petrus yang dialamatkan kepada sejumlah gereja di Asia Kecil. Bagi Petrus, persekutuan (gereja) adalah bangunan Allah yang didasarkan di atas Kristus sendiri. Seluruh anggota merupakan pewaris dari berkat yang dijanjikan kepada umatNya. Fungsi dari persekutuan orang-orang percaya itu adalah mengabdi kepada Allah dan bersaksi kepada manusia. Untuk tercapainya fungsi gereja itu, maka Petrus menuliskan surat ini dengan muatan nasihat-nasihat. Petrus menasehatkan agar kehidupan sehari-hari jemaat Kristen sesuai dengan iman Kristen, dan bagaimana sikap umat menghadapi pencobaan dan penderitaan.

 

Pemahaman

  1. Bagaimana sikap Yesus menanggung penderitaan?
  2. Untuk apa Ia menanggung penderitaanNya?
  3. Apa makna teladan penderitaan Yesus bagi kita?
  4. Mengapa kita harus menanggalkan perbuatan manusia lama kita?

 

Melanjutkan pembahasan kemarin, di dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus hidup di dalam kebenaran dan siap sedia mempertanggungjawabkan pengharapan yang kita miliki dengan tetap berbuat baik kepada semua orang, termasuk kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita. Semua itu kita lakukan dari hati kita yang menguduskan Kristus. Maksud dari menguduskan Kristus di dalam hati kita adalah kita menghormati Kristus di dalam hati kita dan hanya Dialah yang menjadi pertimbangan kita di dalam seluruh kehidupan kita, yaitu agar kita tidak mengecewakan Dia. Dalam rangka untuk menyelamatkan kita, Yesus Kristus rela menderita karena dosa-dosa kita, agar kita boleh datang kepada Allah. Ia rela mati dan bangkit untuk kita agar kita memiliki hati nurani yang baik di hadapan Allah.  Untuk itulah setiap orang Kristen diingatkan untuk selalu memperbarui kehidupan moral mereka. Melakukan kebaikan adalah tugas kita sebagai orang Kristen karena kita telah diberkati oleh Tuhan, sehingga kita juga selayaknya menjadi berkat bagi orang lain. Bukan hanya di dalam hati, tetapi juga dalam praktek hidup yang bisa dilihat dan dirasakan orang lain, yakni hidup benar baik dalam perkataan dan perbuatan.

 

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah: Bukankah kita sering berkata-kata bahwa kita seorang Kristen? tetapi perilaku kita mungkin justru berlawanan dengan jati diri kekristenan itu? Perilaku adalah buah keyakinan. Kalau seorang berbuat jahat, itu karena pikiran dan nuraninya memang telah tercemar oleh hal-hal yang jahat itu. Sebagai orang Kristen, pikiran dan hati nurani kita dipenuhi nilai-nilai ajaran Yesus itu, maka pasti kita berbuah kebaikan yang bisa dikecap dan dirasakan orang lain. Hanya dengan cara itulah kita menggarami, memberi rasa sehingga kebenaran kita dikenal dan kemudian dihargai dunia ini, bukan terlena dengan kejahatan dunia ini.

 

Tekad
Tuhan mampukan aku untuk tetap setia melakukan kebaikan walaupun orang-orang disekitarku berpesta dalam kejahatan dan kelicikannya.  Amin

 

Tindakan
Aku akan tetap beriman, walaupun dunia menjauhiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«