suplemenGKI.com

Anak-anak Allah

Galatia 4:1-7

 

Pengantar
                Banyak orang Kristen yang tidak menyadari statusnya sebagai anak-anak Allah, sehingga banyak pula kita menjumpai orang yang percaya tidak hidup sebagai anak-anak Allah. Perkataan dan tingkah laku orang percaya hampir sama atau sama dengan orang-orang duniawi. Bahkan cara berpikirnyapun menyerupai orang dunia, pikiran jahat dan hanya mencari kepentingan sendiri saja. 

Pemahaman
Ay 1, Apa yang dimaksudkan dengan akil balig?
Ay 2, Apa yang harus dilakukan terhadap orang yang belum akil balig?
Ay 3, Bagaimana kondisi kita, secara rohani, yang belum akil balig?
Ay 4-5, Apa yang dilakukan Allah untuk umat manusia?
Ay 6-7, Bagaimana status kita yang sudah ditebus oleh Anak Allah?

Paulus menggambarkan bahwa orang-orang yang belum lahir baru sama seperti orang yang belum akil balig (dianggap dewasa secara sosial masyarakat), atau sama seperti seorang budak yang belum mendapat pembebasan. Orang itu akan hidup dibawah hukum Taurat dan hidup dalam perbudakan. Orang yang belum akil balig dianggap masih anak-anak, perlu mendapat perwalian dan hidup dibawah pengawasan dari orang tuanya.

Demikian juga orang Kristen yang belum akil balig, ia dianggap memiliki kerohanian kekanak-kanakan dan hidup dikuasai oleh roh-roh dunia, orang Kristen yang semacam ini terus menerus perlu diawasi atau dijaga baik-baik.

Maka Paulus mengingatkan bahwa telah genap waktunya bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya diterima menjadi anak-anak Allah.

Maka orang yang sudah percaya dan benar-benar lahir baru disebut sebagai anak-anak Allah yang senantiasa mengakui dan berseru ya Abba , ya Bapa! Orang yang menyadari statusnya sebagai anak-anak Allah, ia / mereka tidak hidup lagi dari perhambaan atau perbudakan dari dosa, karena anak-anak Allah hidup sebagai ahli-ahli waris kerajaan Allah.

Maka sebagai ahli-ahli waris Allah, orang percaya senantiasa diharapkan hidup dalam kebenaran-kebenaran Allah bukan hidup dalam manusia lama kita. Kita harus berani berubah untuk terus menerus menjadi anak-anak Allah dan hidup semakin serupa dengan Anak-Nya.

Refleksi
Renungkan: Apakah kita sudah menjadi orang Kristen yang dewasa atau masih kekanak-kanakan?
Apakah kelahiran baru itu sudah mengubah hidup kita menjadi anak-anak Allah? Apakah yang kita perjuangkan di dalam dunia ini, menjadi perjuangan Allah juga?

Tekadku
Ya Tuhan, seringkali kami mudah menjadi orang Kristen yang tidak dewasa, hidup hanya mementingkan diri sendiri dan keluarga kami. Bahkan kami lupa status kami sebagai anak-anak Allah. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya sadari, bahwa saya sebagai anak-anak Allah dan hidup sebagai anak-anak Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«