suplemenGKI.com

Roma 1:1-7

 

Amanah Orang yang Berserah

 

Pengantar
Di dalam memperkenalkan dirinya, Paulus menyebut diri sebagai orang yang dipanggil menjadi rasul serta dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Ada beberapa hal patut kita renungkan terkait dengan pernyataan tersebut.

Pemahaman
-          Dapatkah Saudara menggambarkan mengapa Paulus menyebut dirinya rasul padahal dia bukanlah salah satu dari 12 murid Kristus?

-          Apakah artinya dipanggil menjadi seorang rasul? Apa pula yang dimaksudkan dengan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah?

Kerasulan Paulus diragukan oleh sebagian orang karena dia bukanlah salah satu dari 12 murid Kristus, bukan pula saksi mata dari kebangkitan Kristus (1Kor. 9:1). Namun sesungguhnya pengalaman Paulus dalam perjalanan menuju Damsyik dapat dijadikan landasan untuk menyebut Paulus sebagai saksi mata kebangkitan Kristus. Sebab penampakan diri Kristus tersebut membuktikan bahwa Paulus berjumpa dengan Kristus yang hidup, sebagaimana penampakan diri Kristus kepada para murid di berbagai tempat dan situasi (bnd. 1Kor. 15:5-8; Gal. 1:12-16). Lagipula para rasul juga memberikan persetujuan atas jabatan tersebut (Gal. 2:7-9) sekalipun Paulus juga menegaskan bahwa kerasulannya itu bukan karena manusia.

Selain itu, istilah bahasa Yunani yang digunakan untuk rasul adalah apostolos yang berarti utusan. Paulus jelas tidak termasuk orang yang mendengar amanat agung dalam Injil Matius 28:18-20, akan tetapi kita juga membaca bagaimana pesan Kristus ketika mengutus Ananias berdoa bagi Paulus, “sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel” (Kis. 9:15), serta pesan Roh Kudus kepada Jemaat yang sedang beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka” (Kis. 13:2). Karena itu tidak perlu lagi ada keraguan mengenai kerasulan Paulus.

Kemudian Paulus menjelaskan bahwa dirinya adalah orang yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan. Pengertian dikuduskan di sini bukanlah dijadikan kudus tanpa dosa, akan tetapi disendirikan atau ditetapkan untuk tugas khusus. Sebab istilah Yunani yang digunakan bukanlah hagiazein, melainkan afhorizein. Hal ini selaras dengan Kisah Para Rasul 13 tadi (bnd. Gal 1:15). Sebagai seorang yang dipanggil dan dijadikan seorang utusan yang khusus, ia mengemban tugas untuk memberitakan Injil Allah. Ini adalah karya yang nampaknya tidak sejalan dengan kehendak diri Paulus. Namun justru di sinilah letak penyerahan diri seorang utusan. Ia tidak mengerjakan apa yang menjadi keinginannya, melainkan mengerjakan apa yang diinginkan tuan yang mengutusnya.

Refleksi
Sejauh mana kita telah berserah kepada Allah? Pada waktu Paulus berserah kepada Tuhan, ia melakukan apa yang Tuhan kehendaki, bukan yang ia kehendaki. Bagaimana dengan kita? Kehendak siapa yang kita lakukan di dalam menjalani hidup ini?

Tekad
Doa: Tuhan, tolong saya untuk melakukan apa yang Engkau kehendaki saja. Amin.

Tindakan
Salah satu tindakan untuk melakukan kehendak Tuhan adalah mengirim sms ajakan kepada seseorang atau beberapa orang untuk datang beribadah pada hari minggu ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«