suplemenGKI.com

Jumat, 20 April 2018

19/04/2018

MENGASIHI: TANDA SEBAGAI ANAK ALLAH

I Yohanes 3:11-18

 

PENGANTAR
Hidup saling mengasihi merupakan tanda yang membedakan antara murid Yesus dan orang lain.  Kasih menjadi tanda pengenal murid Yesus.  Dalam perikop ini, rasul Yohanes memberi nasihat tentang mengasihi dan bagaimana mewujudkan kasih.  Dia mengajak setiap orang percaya untuk mengasihi bukan hanya dengan perkataan, melainkan juga dengan perbuatan dan dalam kebenaran.  Mari kita belajar bersama! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 16-17      : Sejauhmana Kristus membuktikan kasih-Nya?
  • Ayat 18           : Apa perintah Tuhan kepada anak-anak-Nya dalam hal kasih?
  • Apa tekad saudara menyatakan kasih kepada sesama?  Pikirkan dengan serius untuk membuktikan kasih dalam perbuatan.

Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia merupakan bukti kasih Allah kepada manusia berdosa.  Karya Yesus selama Dia hidup, baik perkataan maupun perbuatan, mendemonstrasikan kasih Allah.  Bukti kasih yang sejati adalah ketika Kristus menyerahkan nyawa-Nya, berkurban seutuhnya menyelamatkan kita yang berdosa (ay.16).  Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri agar kita hidup.  Dalam perikop ini, gambaran kasih Kristus itu dikontraskan dengan peristiwa Kain dan Habel.  Kitab Kejadian mencatat persembahan Kain tidak diterima, sedang persembahan Habel, adiknya, diterima Allah (ay.4:3-8).  Akibatnya timbul kecemburuan dan kebencian dalam diri Kain.  Kegagalan Kain untuk mengasihi adiknya melahirkan kebencian mendalam dan akhirnya pembunuhan.  Kain membenci Habel yang berbuat benar di hadapan Allah.  Perbuatan yang benar itulah yang seringkali tidak disukai dunia ini.  Oleh sebab itu, Yohanes memperingatkan bahwa jika kita membenci perbuatan yang benar, yang dilakukan seseorang, hal itu berarti tidak ada kasih.  Sebab kasih berarti menyukai perbuatan baik dan benar yang dilakukan sesama.

Perikop yang kita baca ini berbicara tentang “kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru.”  Jika kita perhatikan, rasul Yohanes menuliskan kasih dengan memakai kata kerja ‘mengasihi’ (ay.11,14,18).  Hal itu berarti, kasih harus aktif melakukan tindakan secara nyata dalam perbuatan.  Seseorang tidak dapat mengatakan bahwa ia penuh kasih, tetapi hidup tanpa relasi dan berbuat nyata bagi sesama.  Ayat 18 mengatakan “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”  Jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi saudara, kita harus mengasihinya di dalam perbuatan dan di dalam kebenaran. Artinya, membuktikan kasih itu dengan cara memperhatikan kebutuhan bagi yang hidupnya berkekurangan dengan kemurnian dan ketulusan hati.

REFLEKSI
Mari merenungkan: tanda yang memperlihatkan bahwa kita adalah seorang yang benar-benar hidup dalam Yesus adalah kasih.  Ungkapkan kasih itu bukan hanya melalui kata tetapi berbuat nyata.

TEKADKU
Tuhan Yesus tolonglah agar aku dapat mengasihi bukan hanya dalam kata tetapi melalui perbuatan nyata sebagai wujud kasih yang sejati meneladani kasih-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau terlibat dalam karya nyata gereja, seperti program diakonia, beasiswa bagi anak-anak sekolah, atau saat ada kegiatan aksi sosial aku mau memberikan ……… (tenaga, bantuan berupa barang yang dibutuhkan, bantuan dana, donor darah, dll).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«