suplemenGKI.com

Hambatan dalam Mengalami Kemerdekaan

Yohanes 6:60-66

 

Pengantar

Ada orang yang beranggapan bahwa dalam mengikut Tuhan, kita tidak akan mengalami kesukaran. Tapi kenyataannya ada saja orang yang mundur dan tidak lagi mengikut Tuhan. Hari ini kita akan merenungkan bagaimana pengalaman orang-orang yang mundur dari mengikut Kristus, sehingga tidak mengalami kemerdekaan yang sejati.

Pemahaman

-   Pernahkah Saudara mundur dari mengikut Kristus, misalnya mulai enggan untuk berdoa, membaca Alkitab atau beribadah? Mengapa orang bisa mundur dalam mengikut Tuhan?

-   Siapakah yang dimaksud dengan murid-murid dalam ayat 60?

-   Apa yang membuat para murid itu mundur?

Yang dimaksud dengan “murid-murid” di ayat 60 bukan hanya 12 murid Tuhan Yesus, melainkan juga meliputi 70 murid yang diutus Kristus untuk pergi berdua-dua, sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 10:1. Sehingga sekalipun di ayat 66 dikatakan “banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia”, namun di ayat 67 tetap dicatat Kristus berbicara kepada kedua belas murid-Nya.

Adapun penyebab murid-murid itu mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Kristus, bermula dari pengajaran Kristus ketika di Kapernaum pada saat Ia mengajar di rumah ibadat (ay. 59). Pada waktu itu Kristus mengajarkan sesuatu yang menggoncangkan iman mereka (ay. 62), yaitu bahwa Kristus adalah roti yang turun dari sorga dan “barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” dan “ia akan hidup selama-lamanya” (ay. 56-58). Terhadap pengajaran Kristus ini murid-murid itu berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (ay. 60). Di dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari dikatakan, “”Pengajaran ini terlalu berat. Siapa yang dapat menerimanya!”. Dari sini kita melihat bahwa persoalannya adalah pada sikap yang tidak dapat menerima pengajaran Kristus yang menurut ukuran mereka terlalu berat, sulit untuk dicerna. Pengajaran Kristus ini tentu tidak dapat dipahami secara hurufiah, karena bagaimana mungkin tubuh dan darah Kristus dikonsumsi para murid-Nya. Namun bila harus dipahami secara kiasan, murid-murid juga sulit untuk menerima bahwa Kristus akan mati. Dengan demikian nampaknya hambatan murid-murid dalam menerima pengajaran Kristus tersebut adalah konsep Mesias yang sudah mereka miliki berbeda dengan konsep Mesias yang diajarkan Kristus. Padahal justru melalui kematian itulah Kristus memberikan kemerdekaan yang sejati, yaitu terbebasnya manusia dari dosa.

Refleksi:

Bercermin dari kisah murid-murid Kristus itu, bagaimana sikap kita pada waktu sulit memahami dan menerima pengajaran Kristus? Apakah kita mau merendahkan diri, mengesampingkan pemahaman-pemahaman kita yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, atau malah memilih menjauh dari Tuhan?

Tekadku:

Doa: Bapa surgawi, tolong saya untuk tetap mendekat kepada-Mu sekalipun saya tidak dapat memahami kebenaran firman-Mu. amin.

Tindakanku:

Saya akan tetap merenungkan Firman Tuhan sekalipun saya sedang sulit menerima kebenaran Firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«