suplemenGKI.com

Markus 10:2-12

SIKAP YESUS YANG TEGAS

PENGANTAR
Kebenaran tidak mungkin ditegakkan tanpa ketegasan. Namun, bersikap tegas tidak selalu mudah. Kita hidup di tengah masyarakat yang cenderung kompromistis dan suka mengambil jalan tengah. Seorang yang bersikap tegas sering dianggap dan dicibir sebagai seorang yang “kaku” atau “kurang bijaksana.” Bahkan, tidak jarang kita dibenci dan dianggap sebagai musuh oleh mereka yang merasa dirugikan oleh sikap kita yang tegas. Seorang guru yang tegas sering diberi julukan guru yang “galak” dan menjadi sosok yang tidak disukai oleh para muridnya.

PEMAHAMAN

Ay. 2-4.       Apa tujuan orang-orang Farisi bertanya mengenai perceraian kepada Yesus? Bagaimanakah mereka sendiri mengenai perceraian? (lihat juga Ulangan  24:1-4).

Ay. 5-9.       Bagaimanakah pandangan Yesus mengenai perceraian? Apa yang menjadi dasar/ alasan dari pandangan-Nya?

Ay. 10-12.  Kalimat Yesus di ayat ini adalah penegasan dari ayat-ayat sebelumnya. Salah seorang yang melakukan perzinahan dalam kategori ini adalah Herodes sendiri karena ia memperistri seorang perempuan yang sebelumnya adalah istri saudaranya sendiri (lihat Mar. 6:17-19). Menurut Anda, risiko apa yang akan dihadapi Yesus dengan sikapnya ini?

Pertanyaan orang-orang Farisi ini bukanlah pertanyaan yang tulus. Pendapat yang berkembang di antara orang-orang Yahudi mengenai perceraian sangatlah beragam. Namun, secara umum mereka memperbolehkan perceraian. Pendapat-pendapat yang berbeda di kalangan para rabi hanyalah mengenai alasannya. Sebagian rabi mengijinkan perceraian hanya dengan alasan yang sangat ketat, seperti perzinahan. Sebagian rabi yang lain mengijinkan dengan alasan yang lebih longgar, misalnya jika suami menemukan hal-hal yang tidak disukainya pada istrinya.

Pandangan Yesus mengenai perceraian sangat berbeda dari kebanyakan rabi Yahudi. Yesus menegaskan bahwa perceraian tidak sesuai dengan kehendak Allah. Ikatan suami-istri adalah ikatan yang dipersatukan oleh Allah dan tidak bisa diceraikan oleh manusia. Dengan alasan ini, Yesus menegaskan bahwa jika seorang suami atau istri menceraikan pasangannya dan menikah dengan orang lain, maka ia berbuat zinah.

Sikap Yesus yang tegas mengenai perceraian memang berpotensi mengundang kemarahan Herodes. Mungkin dengan tujuan ini pula orang-orang Farisi mengajukan pertanyaan mengenai perceraian. Jika Herodes marah dengan perkataan Yesus, mungkin ia juga akan menangkap dan membunuh Yesus, yang sama seperti yang pernah dilakukannya kepada Yohanes Pembaptis. Tentu saja, Yesus tahu ada risiko seperti itu. Tapi, Yesus tetap bersikap tegas.

REFLEKSI
Sikap tegas tidak sama dengan keras. Sikap tegas adalah perpaduan antara kasih dan kebenaran.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah kepadaku keberanian untuk bersikap tegas, khususnya pada waktu mengajarkan dan melakukan kebenaran.

TINDAKANKU
Aku akan menghentikan kecenderunganku bersikap kompromistis dan belajar untuk bersikap tegas dalam kebenaran, meskipun harus berbeda pendapat dengan orang-orang di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*