suplemenGKI.com

JUMAT, 2 MEI 2014

01/05/2014

KISAH PARA RASUL 2:22-36

“MENEMPATKAN DAN MEMPERLAKUKAN ALLAH DENGAN TEPAT”

 

PENGANTAR
Kotbah ini disampaikan Petrus setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus. Bagian pertama dari kotbahnya difokuskan pada penjelasan mengenai peristiwa tersebut sebagai penggenapan nubuatan kitab suci. Bagian kedua dari kotbahnya Petrus membicarakan tentang pribadi Yesus, nama yang tidak asing bagi mereka yang mendengarnya saat itu. 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 22: Bagaimana Yesus dikenal oleh orang-orang Yahudi yang saat itu mendengarkan kotbah Petrus?
  2. Ayat 23: Bagaimana perlakuan mereka kepada Yesus? Mengapa mereka melakukan itu padahal mereka sudah mengetahui banyak hal dari nubuatan Kitab Suci?
  3. Ayat 36: Apa yang ingin Petrus tekankan kepada orang banyak saat itu melalui kotbahnya setelah kematian dan kebangkitan Kristus? 

Orang banyak mengetahui siapa Yesus melalui tindakan dan pekerjaan Yesus, baik mengajar, menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati. Yesus banyak melakukan itu untuk menyaksikan bahwa Ia adalah Anak Allah yang diutus untuk menjadi pendamaian bagi manusia. Nubuatan kitab suci juga sudah memberitakan mengenai kedatangan Mesias. Namun rupanya hal ini tidak membuat mereka mau percaya pada apa yang Yesus katakan, bahkan golongan mereka inilah yang justru menyalibkan Yesus dengan alasan karena Yesus menyamakan diriNya dengan Allah. Mereka mendengar pengajaran Yesus, namun menolak untuk mempercayainya, mereka menerima mujizat kesembuhan dan pengusiran setan tetapi menolak untuk mempercayai PribadiNya. Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus ditekankan Petrus sebagai titik balik pengenalan mereka kepada Yesus, bukan hanya sebagai guru dan pembuat mujizat, melainkan sebagai Tuhan dan Kristus atas hidup mereka. Kematian dan kebangkitanNya membuktikan bahwa Ia adalah Kristus. Karena Ia adalah Kristus, maka sudah seharusnyalah Ia menjadi Tuhan (tuan, penguasa) atas hidup kita. Tidak adanya kepercayaan pada Yesus membuat orang banyak pada waktu itu salah dalam memperlakukan Dia. Apalah artinya kita mengetahui pengajaranNya dan menerima mujizat-mujizatNya, tetapi tidak disertai dengan pengakuan percaya dan penempatan Yesus sebagai tuan (penguasa) hidup kita? – yang pengajaranNya kita percayai, kehendakNya kita utamakan dan lakukan, PribadiNya kita teladani dan kasihi. 

REFLEKSI
Renungkanlah Yesus seperti apa yang Anda kenal selama ini? Adakah pengenalan itu membuat Anda bersedia menjadikanNya Tuhan dan Kristus atas hidup Anda? Bagaimana Anda membuktikannya selama ini?

TEKADKU
Tuhan di Surga, acapkali hidupku hanya mementingkan diri dan kehendakku. Bimbinglah daku untuk memperlakukan Engkau dengan tepat dalam hidupku sebagaimana yang kuimani. Amin 

TINDAKANKU
Mengingat kembali salah satu kehendak Allah (firman Allah) yang selama ini kita tahu tetapi belum melakukannya, coba lakukan mulai hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»