suplemenGKI.com

Jumat, 2 Juni 2017

01/06/2017

BERBEDA TETAPI TETAP SATU

1 Korintus 12:1-11

 

Pengantar
“Bhinneka Tunggal Ika” adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “berbeda-beda tetapi tetap satu.” Semboyan ini untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Namun keberagaman itu tidak berarti menutup kemungkinan untuk bekerja sama-sama. Paulus memakai keragaman karunia jemaat Korintus dalam satu Roh. Mari kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-3                 : Apakah yang ingin dijelaskan oleh Paulus kepada Jemaat yang ada di Korintus tentang karunia yang mereka miliki?
  • Ayat 4-11               : Bagaimana Paulus menjelaskan tentang karunia yang berbeda tetapi tetap satu Roh?

Jemaat Korintus adalah jemaat yang memiliki banyak karunia yang istimewa dari Tuhan. Mereka menyadari hal itu, tetapi rupanya mereka lebih memperhatikan kekayaan karunia yang mereka miliki daripada memperhatikan Allah, Sang Pemberi karunia. Mereka tidak ingin mencari tahu apa maksud Allah memberikan karunia-karunia itu kepada mereka. Sebab yang penting bagi mereka adalah bagaimana karunia-karunia tersebut memenuhi segala kepentingan mereka dan memberi kepuasan. Sikap inilah yang dikecam oleh Paulus.

Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa Karunia Roh yang diberikan oleh Allah kepada manusia berfungsi untuk kepentingan bersama. Daftar karunia yang disebutkan Paulus adalah dalam Ayat 7-11, yaitu karunia berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, karunia menyembuhkan, karunia bernubuat, karunia bahasa roh dan menafsirkan bahasa roh, ini memang belum lengkap. Kita bisa melihat yang lain dalam ayat 28-30 dan di Roma 12:6-8. Paulus mengatakan bahwa “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh” (Ay. 4). Ada rupa-rupa karunia, tetapi karunia itu tidak berdiri sendiri-sendiri. Semua saling melengkapi untuk kebaikan bersama. Setiap orang yang menyadari karunia tertentu yang diterimanya dari Allah hendaknya mengembangkannya secara terus-menerus. Rupa-rupa karunia bukan untuk disombongkan atau untuk merendahkan orang lain. Sikap sombong dan merendahkan karunia lain yang dimiliki sesama, sama dengan merendahkan Allah Sang Pemberi karunia itu.

Refleksi
Renungkanlah: Karunia-karunia apa saja yang ada dalam diri kita? Sudahkah kita menggunakannya untuk memuliakan Allah? Atau malah menggunakan karunia itu untuk kepentingan diri kita sendiri atau untuk merendahkan orang lain?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah saya untuk bisa menemukan karunia yang Tuhan telah berikan kepada saya dan terus mengembangkan karunia itu untuk melayani dan memuliakan nama-Mu. Bukan untuk kesombongan dan untuk merendahkan orang lain.

Tindakanku
Saling menerima karunia yang dimiliki oleh setiap orang/jemaat yang berbeda-beda untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Tidak saling membedakan dan saling merendahkan tetapi saling melengkapi untuk kebaikan bersama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»