suplemenGKI.com

APAKAH KEBANGGAANKU?

Dalam bagian terakhir surat Galatia ini, Paulus menambahkan komentar pribadi dengan tulisan tangannya sendiri. Dengan tulisan tangannya, Paulus mengkritik kehidupan orang-orang percaya yang masih mementingkan hidup dalam hukum Yahudi ( kaum Yudais ).

  1. Ayat 11-13   : apakah isi kritik Paulus terhadap kaum Yudais?
  2. Ayat 14-16   : apakah pandangan baru Paulus yang membedakan dari pandangan kaum Yudais?

Renungan

Paulus mengulangi kritiknya terhadap kaum Yudais yang terus menerus menekan orang-orang Galatia untuk disunat.  Mereka menekankan  tanda-tanda ketaatan lahiriah. Kaum Yudais ini menaruh kepuasan diri dan berbangga atas pada prestasi ketaatan lahiriah. Mereka lebih mementingkan perbuatan daripada iman padahal tak seorang pun yang mampu hidup sempurna dalam perbuatannya.

Lalu, apakah yang Paulus banggakan? Kebanggaan Paulus adalah penebusan yang diperoleh melalui sengsara dan kematian YESUS KRISTUS. Andalan Paulus adalah anugerah yang menyelamatkan. Oleh karena itulah ia tidak mau memegahkan diri melainkan hanya mau memuji TUHAN YESUS. Paulus menolak cara hidup yang diukur oleh ketaatan secara lahiriah terhadap hukum Taurat. Apakah ini berarti orang percaya tidak perlu berjuang untuk taat pada hukum TUHAN? Paulus menekankan bahwa mereka telah diciptakan kembali. Sebagai ciptaan baru, orang percaya menyatakan diri dalam iman yang hidup; iman yang bekerja oleh kasih. Iman inilah yang mendorong orang percaya untuk memuliakan nama TUHAN dengan sepenuh hati berjalan di jalan kebenaran. Inilah gaya hidup ciptaan baru. Dan mereka yang menerima  gaya hidup sebagai ciptaan baru disebut sebagi umat ALLAH yang terpilih, Israel milik ALLAH, jemaat Kristen sejati. Kepada mereka, Paulus mengirimkan salam hangat dan belas kasih yang penuh dari ALLAH.

Apakah yang Saudara banggakan dalam hidup beragama? Banyak orang bangga akan kebaikan dan ketaatannya dalam melakukan hukum-hukum agama. Mereka bangga karena menghafal ayat-ayat Alkitab,  banyak beramal, tidak berzinah, tidak mencuri, dll. Mereka menganggap ini adalah prestasi yang membanggakan. Sebaliknya, orang percaya yang hidup dalam pimpinan ROH tidak akan membanggakan prestasi ketaatan lahiriah. Sesungguhnya kebaikan dan ketaatan lahiriah adalah ekspresi iman bukan kesalehan yang dibanggakan.  Hidup yang bermakna adalah hidup dalam iman kepada karya KRISTUS yang menyelamatkan.  Waspadalah! Jangan sampai Saudara dikuasai oleh kebanggaan akan kesalehan lahiriah, sebaliknya bangunlah hidup Saudara dengan mengarahkan hati dan pikiran kepada KRISTUS dan karyaNya. Dengan demikian langkah iman kita dipandu oleh rasa syukur atas anugerah keselamatan yang TUHAN berikan kepada kita. Jika kita sungguh-sungguh mensyukuri karya penebusan KRISTUS, maka kita akan selalu  membanggakan atau memuji-muji KRISTUS bukan membanggakan prestasi diri sendiri. Hidup dalam kebanggaan akan KRISTUS mendatangkan  kebahagiaan sejati, seperti yang diungkapkan dalam KJ 392:

“ Ku berbahagia yakin teguh: YESUS abadi kepunyaanku!

Aku waris-Nya, kuditebus, ciptaan baru, Rohul kudus.

Aku bernyanyi bahagia memuji YESUS selamanya.

Aku bernyanyi bahagia memuji YESUS selamanya”

Kebahagiaan yang bisa kita banggakan adalah kebahagiaan hidup

yang diselamatkan KRISTUS

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*