suplemenGKI.com

MATIUS 2:13-23

“TELADAN KESETIAAN DALAM KESUKARAN

PENGANTAR

 

Penyingkiran ke Mesir merupakan salah satu kisah khas Injil Matius. Para penulis Injil yang lain tidak mencatat peristiwa ini. Perlu diketahui bahwa Matius mengarahkan Injilnya secara lebih khusus kepada orang-orang Yahudi. Mesir tempat yang asing bagi mereka. Pada masa Perjanjian Lama, ketika orang-orang Israel mengalami kesulitan dan ancaman, Mesir sering menjadi tempat pelarian mereka. Dan tentu saja, Mesir akan mengingatkan mereka kepada Musa, pahlawan pembebas mereka.

PEMAHAMAN

  1. Oleh penulis Injil Matius, peristiwa pelarian ke Mesir ini dibagi menjadi tiga babak. Perhatikanlah bagian akhir dari masing-masing babak itu (ay. 15b, ay.17-18, ay.23b). Apa kesamaan dari ketiga bagian akhir babak tersebut? Apa tujuan Matius mengungkapkan hal ini?
  2. Perhatikan juga bagaimana Yusuf mengambil keputusan-keputusannya (ay.13b, ay.19). Berdasarkan apa Yusuf mengambil keputusannya? (bandingkan dengan cara Herodes, ay.16)
  3. Berdasarkan dua pertanyaan di atas, apa saja yang dapat Anda pelajari mengenai misi dan karya Yesus Kristus sebagai Mesias? Apa saja yang dapat Anda pelajari mengenai sifat-sifat Allah?

Di akhir setiap babak dari empat babak penyingkiran ke Mesir, kita bisa menjumpai penegasan mengenai digenapinya firman Tuhan. Artinya, peristiwa-peristiwa buruk yang membuat Yusuf harus melarikan diri itu justru dipakai untuk menggenapi apa yang telah difirmankan Tuhan melalui nabiNya. Peristiwa-peristiwa itu justru digunakan Tuhan untuk membantu kita agar lebih mudah melihat kesetiaan Tuhan terhadap janjiNya. Bukan itu saja, perhatikan bagaimana Tuhan membimbing Yusuf dalam setiap babak di masa-masa penuh kesukaran itu. Oleh bimbingan Tuhanlah maka Yusuf sanggup mengambil keputusan yang tepat, pada waktu yang tepat pula. Anda tentu saja juga akan mengalami tuntunan yang serupa bila Anda senantiasa menyediakan diri untuk mendengar suaraNya.

Misi Allah yang dikerjakan melalui Yesus pun tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejak awal kehadiranNya di dunia, sebagai manusia, Yesus telah menghadapi tantangan itu, ditolak, diancam, dan kemudian disingkirkan.  Karena itu kita tidak perlu berkecil hati bila menemui banyak hambatan dalam melayani Tuhan dan sesama.  Apalagi bila Anda menyadari bahwa Anda sedang ambil bagian dalam mengerjakan misiNya.  Misi Allah tidak pernah digagalkan oleh hambatan apa pun.

REFLEKSI

Belakangan ini hambatan apakah yang Anda rasakan paling membebani Anda dalam mengerjakan pelayanan bagi Tuhan? Apakah hambatan karena orang lain, waktu, tenaga, dana? Seberapa besar pengaruhnya bagi efektifitas pelayanan Anda saat ini?

TEKADKU

Terima kasih Tuhan, Engkau mengingatkanku bahwa Engkau tidak pernah lalai menggenapi janjiMu.  Tidak pernah gagal melaksanakan misiMu. Kiranya situasi yang sukar bagiku tidak membuatku terpuruk dan berhenti mengerjakan misiMu, melainkan terus menunjukkan kesetiaanku padaMu. Amin

TINDAKANKU

Perhatikan sekitar Anda, hari ini sapalah seorang rekan pelayanan Anda yang undur karena suatu hambatan. Anda bisa menanyakan apa yang bisa Anda doakan untuknya dan berdoalah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«