suplemenGKI.com

VISI HIDUP YANG MENGARAH KEPADA TUHAN

1 Korintus 9:16-23

Pengantar
                Apakah kita telah memiliki visi dalam hidup? Visi adalah tujuan atau apa yang hendak kita capai atau cita-citakan di masa depan. Dengan begitu, visi berkaitan juga mengenai proses yang dilakukan. Dalam berproses, ada kemungkinan-kemungkinan yang muncul yaitu kesempatan dan tantangan dalam meraih apa yang diinginkan. Misalnya, seseorang yang mau sukses dalam pekerjaannya diperhadapkan dengan tantangan dan kesempatan. Seseorang yang mengoptimalkan kualitas kerja yang baik dengan kegigihan dan ketelitian yang dimiliki akan memiliki kesempatan untuk naik pangkat. Seseorang yang memiliki kualitas kerja yang tidak baik yaitu tidak semangat dalam bekerja, bermalas-malasan, putus asa, maka ada kemungkinan juga ia diperhadapkan dengan penurunan pangkat. Oleh sebab itu, bagaimana kita mencapai visi hidup kita? Bagaimana kita mengupayakannya?

Pemahaman

  • Ayat 16-18 : Bagaimana Paulus memiliki visi dalam hidupnya?
  • Ayat 19-23 : Bagaimana Paulus melihat ada banyak kesempatan untuk mencapai visinya?

Paulus memiliki visi dalam hidupnya. Visinya adalah agar setiap orang dapat memperoleh keselamatan. Untuk mewujudkan visi tersebut, Paulus melakukan pemberitaan Injil dan hadir kepada setiap orang yang membutuhkan pertolongan. Ini bukan karena ia mau memperoleh upah dari apa yang hendak dicapainya sebab bisa saja ia memperoleh dari apa yang telah dikerjakan. Namun, ia melakukannya untuk Tuhan sehingga ia tidak terpengaruh dengan pemberian atau apapun yang dapat membelokkan visinya. Oleh sebab itu, ia selalu mengundang Tuhan hadir dalam setiap proses perencanaan dalam mencapai visinya.

Untuk mencapai visi, ada kesempatan-kesempatan yang hendak Paulus pergunakan sebaik-baiknya. Ia mau menjadi seperti apapun agar setiap orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui kehadiran-Nya. Paulus pun mau merendahkan diri menjadi seperti seorang yang lemah ketika berhadapan dengan mereka yang lemah. Paulus juga mau menjadi seseorang yang berada di bawah hukum Taurat. Mereka yang hidup di bawah hukum Taurat mengalami ketertindasan oleh karena para pemuka agama selalu menuntut untuk melakukan semua hukum. Mereka merasakan ketidaksanggupannya. Dengan demikian Paulus mau hadir untuk mereka sehingga ia sungguh-sungguh melakukan pelayanannya secara total berdasarkan kekuatan dari Tuhan.

Apakah kita telah berupaya mencapai visi hidup dengan mau menjalani seluruh proses perjuangan dalam totalitas pengabdian kepada Tuhan? Jika kita gampang merasa lelah dan putus asa maka kita tidak akan mampu mewujudkan visi. Kita dapat mengandalkan Tuhan dan mau Dia arahkan agar selalu optimis serta berpengharapan  di tengah segala tantangan.

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah sebuah perjalanan pendakian gunung. Tentu diperlukan semangat penuh dan tekad perjuangan untuk sampai di puncak.  Apakah dalam mencapai perwujudan visi hidup, Saudara juga mau menjalani setiap proses  dengan semangat dan penuh pengabdian kepada Tuhan?

Tekadku
Tuhan, ajar saya untuk selalu melibatkan Engkau dalam seluruh perjuangan untuk mencapai tujuan (visi) hidup dan pelayanan. Mampukanlah aku untuk selalu merasakan kehadiran-Mu dalam setiap kesulitan yang ada.

Tindakanku
Aku mau menuliskan kembali tujuan hidupku agar semakin memuliakan Tuhan. Aku mau berjuang mewujudkan visi hidup dalam totalitas pengabdian kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«