suplemenGKI.com

Bacaan Lukas 22: 24- 38

Siapa Yang Terbesar?

               

                Para murid sedang memperbincangkan untuk mengetahui siapa diantara mereka yang akan menyerahkan Tuhan Yesus kepada pihak lain, hal ini terjadi untuk menanggapi pernyataan dari Tuhan Yesus bahwa diantara mereka ada yang akan berkhianat. Belum selesai membahas hal tersebut, mereka telah berdebat cukup sengit, membicarakan siapakah yang terbesar dari antara mereka sendiri.

  1. Mengapa diantara para murid terjadi pertengkaran?
  2. Apa yang Yesus katakan ketika mereka sedang bertengkar?
  3. Apa yang Yesus nubuatkan kepada Simon dan juga murid yang lain?
  4. Apa yang Yesus katakan tentang diriNya sendiri?
  5. Hal apakah yang dapat kita pelajari dari bacaan di atas?

 

Renungan:

                Tuhan Yesus mulai mempersiapkan murid-muridNya untuk menghadapi kenyataan yang akan datang yaitu penderitaan Anak Manusia. Di dalam saat-saat terakhir Yesus juga mengungkapkan bukan hanya penderitaanNya namun juga adanya seorang diantara para murid yang akan mengkhianati Dia.

                Tentunya berita ini membuat para murid merasa satu dengan yang lain tidak nyaman, karena diantara mereka akan ada yang berkhianat. Oleh sebab itu mereka memberanikan diri untuk mencoba mengetahui siapa diantara mereka yang akan berkhianat itu. Tentunya suasana saling menuduh dan membela diri terjadi di antara para murid.

                Percakapan para murid akhirnya berkembang, bukan mencari siapa yang akan berkhianat namun menjadi perdebatan siapa yang paling besar diantara mereka. Yesus mengetahui perdebatan mereka, dan mengatakan kalau raja-raja menggunakan kekuasaan untuk memerintah rakyatnya, namun tidak demikian yang terjadi diantaramu. Yesus memberikan hal yang baru bagi para murid, dengan menyatakan bahwa yang terbesar diantara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

                Yesus ingin mengajarkan kerendahan hati pada para murid, bahwa menjadi yang paling muda berarti siap untuk melayani orang yang lebih tua atau senior dari dirinya, dan kalau menjadi pemimpin jangan hanya mau dilayani namun justru siap untuk melayani.

                Yesus berani menyatakan demikian karena Yesus telah mempraktekkan sebagai seorang pemimpin yang melayani sesamanya, kalau Yesus sang guru saja mau menjadi pemimpin yang melayani maka seharusnyalah para murid mengikuti jejak Gurunya.

                Yesus menyimpulkan bahwa menjadi yang terbesar diantara mereka dengan cara siap menjadi yang paling muda dan menjadi yang terbesar juga bisa dengan cara menjadi pemimpin yang melayani. Dengan kata lain Yesus menantang para murid untuk menjadi yang terbesar dengan semangat menjadi pemimpin yang melayani   

                Bagaimana dengan kehidupan kita di dunia ini? Apakah anda termasuk orang yang tergoda ingin menjadi yang terbesar atau terutama di tempat di mana kita berada? Mari melihat cara yang Tuhan Yesus sudah praktekkan di dunia ini, bahwa menjadi yang terbesar berarti siap untuk melayani sesama kita, tanpa harus memperdebatkan tentang kekuasaan yang harus dimilikinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«