suplemenGKI.com

Jumat, 19 Maret 2021

18/03/2021

Mazmur 51:2-13

MEMANFAATKAN KESEMPATAN

 

Pengantar
Sejak kanak-kanak kita semua telah sering mendengar sepak terjang Daud. Sejak keterpilihannya sebagai raja, Saul yang berusaha membunuh Daud dan bagaimana Daud juga mengalahkan Goliat hingga membuat dia begitu dicintai oleh bangsa Israel. Semua cerita itu sudah kita dengar sejak masih kanak-kanak. Bagi bangsa Israel, Daud adalah seorang raja yang hebat dan perkasa. Bahkan hingga saat ini, masyarakat Israel modern juga masih menempatkan Daud sebagai pemimpin yang hebat.

Kita juga tentu tahu perbuatan jahat yang telah dilakukan Daud. Perbuatan yang sangat tercela dan tidak pantas. Perbuatan yang dilakukannya kepada Uria dan juga Batsyeba istrinya. Tindakan Daud ini memperlihatkan arogansi kekuasaaan. Daud tidak sadar bahwa dia bukan hanya seorang raja, namun dia adalah seorang yang diharapkan dapat memperlihatkan keteladanan dihadapan umat Allah.

Pemahaman
Ayat 2 – 8         Apakah yang Daud sadari setelah mendapat teguran dari Allah melalui nabi Natan ?
Ayat 9 – 13       Apakah pengharapan Daud kepada Allah setelah menyadari kesalahannya dan memohon pengampunan?

Daud begitu percaya diri bahwa tindakannya adalah hal yang biasa dan mungkin saja dilakukan oleh seorang raja seperti dirinya. Daud begitu yakin bahwa dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dia hanya menginginkan sesuatu dan dia merasa pantas menerimanya. Situasi itu berubah ketika nabi Natan datang kepada Daud dan menegur dirinya (2 Samuel 12). Nabi Natan memperingatkan Daud melalui sebuah cerita tentang orang kaya dan orang miskin. Melalui cerita ini, nabi Natan hendak menegur tindakan Daud yang telah berlaku semena-mena. Dia menyingkirkan Uria untuk memperoleh Batsyeba istri Uria.

Mazmur 51 merupakan doa dan nyanyian Daud memohon pengampunan kepada Allah atas tindakannya yang telah mengotori tahtanya dan mengecewakan Allah. Daud menyadari sepenuhnya bahwa dosanya sangat besar dan tidak pantas beroleh pengampunan. Namun Daud memohon belas kasihan Allah, agar Allah membuka hati mengampuni dirinya yang telah bersalah.

Daud menaruh pengharapan agar Allah berkenan mengampuni dirinya dan membersihkan dari segala dosa. Daud memohon agar Allah memberikan kesempatan kepada dirinya. Daud berkomitmen untuk kembali ke jalan Allah dan berkomitmen melakukan perintah dan kehendak Allah.

Daud mengingatkan umat Allah untuk menyadari sepenuhnya keterbatasan dan kelemahan dirinya. Daud adalah manusia biasa. Allah tentu mengetahui kelemahan-kelemahan manusia bahkan Daud sekalipun. Namun bukan berarti kemudian berkompromi terhadap dosa. Allah telah mempercayakan tanggungjawab besar kepada Daud. Mau tidak mau Daud harus fokus pada tanggungjawab yang Tuhan percayakan. Kegagalan bukanlah akhir dari semuanya. Merendahkan hati dan memohon pengampunan dengan sungguh-sungguh tentulah akan berkenan dihadapan Allah.

Daud memohon pengampunan atas kegagalannya menjadi teladan bagi rakyatnya. Padahal Allah menghendaki Daud menjadi teladan.  Namun penyesalan Daud menjadi titik balik kehidupannya. Dia berkomitmen memberikan yang terbaik kepada Allah

Umat telah dibebaskan dari ikatan dosa dan kesalahan. Umat seharusnya berkomitmen menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Tidak lagi membiarkan diri terikat pada dosa dan melakukan hal-hal negatif terus menerus. Umat diajak untuk membangun komitmen menjadi manusia yang lebih baik. Tidak membiarkan keinginan-keinginan daging menggerogoti kehidupan beriman.

Refleksi
Setiap hari adalah kesempatan yang Allah berikan kepada umat untuk memperbaiki kehidupannya. Hari ini haruslah lebih baik dari hari yang lalu. Menjadi seorang yang berkenan dihadapan Allah tentu membutuhkan proses panjang. Dalam proses panjang umat jatuh bangun. Namun dari jatuh bangun itulah umat belajar dan terus belajar memperbaiki diri agar hidup berkenan dihadapan Allah.

Tekadku
Ya Allah, tolong kami agar tidak menyia-nyiakan waktu yang Engkau anugerahkan untuk melakukan hal-hal yang hanya menyenangkan diri kami. Tolong kami agar tidak membiarkan diri kami hidup dalam dosa. Mampukan kami memperbaiki diri kami terus menerus agar menjadi pribadi yang berkenan dihadapan-Mu.

Tindakanku
Setiap hari melakukan evaluasi diri. Menuliskan berbagai perilaku negatif yang masih sering dilakukan. Berkomitmen untuk mengubah satu demi satu perilaku yang negatif.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«