suplemenGKI.com

Jumat, 19 Juni 2020

18/06/2020

TETAP CINTA TUHAN

Mazmur 69:7-10, 16-18

 

Pengantar

Ku mau cinta Yesus selamanya

Ku mau cinta Yesus selamanya

Meskipun badai silih berganti dalam hidupku

Ku tetap cinta Yesus selamanya

Penggalan lagu di atas seringkali kita nyanyikan dalam persekutuan bersama rekan-rekan gereja. Lagu itu mengingatkan kepada kita untuk tetap mempertahankan kasih kepada Tuhan dalam berbagai musim kehidupan. Berbicara tentang mengasihi Tuhan, Daud juga pernah bergumul di dalamnya. Pergumulan itu mampu membuat kasih Tuhan kepada Daud menjadi luntur ataukah tetap, tidak berubah? Mari kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 8-10       : Pergumulan apakah yang sedang dihadapi oleh Daud ?
  • Ayat 16-18    : Apa yang menjadi keyakinan iman Daud ketika kesulitan hidup itu menerpanya?

Orang yang dekat dan mengasihi Tuhan, tidak menjamin hidupnya akan berjalan mulus tanpa hadirnya masalah. Padahal, selagi masih diberikan kesempatan untuk bernafas, masalah atau pergumulan datang silih berganti. Pergumulan itu justru melihat seberapa besar kasih kita kepada Tuhan. Hal itu pula yang terjadi pada Daud. Sebagai seorang pemimpin, tak lantas membuat dia mengalami hidup nyaman. Justru ia juga mengalami kesesakandan kepedihan yang teramat mendalam, seperti yang tertulis dalam Mazmur 69. Mazmur ini menceritakan keluhan yang dialami oleh Daud. Ketika ia semakin dekat dan mengasihi Tuhan, ia justru mengalami kondisi yang tak nyaman dan menyesakkan (ayat 8,10). Daud dicela dan dibenci oleh musuh-musuh yang membencinya dan hendak menghancurkannya.

Di sisi lain, ia juga dibenci dan dicela oleh teman-teman dan sanak-saudaranya.  Celaan yang diberikan oleh teman-teman dan saudara-saudaranya terjadi karena Daud mempercayai Tuhan dan melayani-Nya dengan segenap hati. Kepedihan yang dialaminya membuat ia berkata,“Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku” (ayat 9). Perkataan Daud ini hendak mengungkapkan betapa hancur dan pedih hatinya, manakala tak seorangpun mau menganggapnya.

Apakah yang dialami saat itu membuat kasihnya kepada Tuhan luntur begitu saja? Dalam kondisi demikian, Daud sama sekali tidak meninggalkan Tuhan. Ia justru mencari Tuhan yang sangat dikasihinya dan meyakini bahwa Tuhan-lah yang akan menjawab segala kesesakannya (ayat 16-18). Ia yakin bahwa Tuhan akan membela perkaranya dan kasih setia serta kebenaran dari Tuhan akan senantiasa bersamanya.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah sejenak: Adakah peristiwa yang membuat kasih dan kesetiaan saudara kepada Tuhan sedang diuji? Ingatlah, bahwa dalam segala keadaan, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Maukah kita berkomitmen untuk menjaga kasih dan setia kita kepada Tuhan dalam berbagai situasi kehidupan? 

Tekadku
Tuhan, ajarku untuk tetap menjaga kemurnian iman dan kesetiaanku kepada-Mu. Bawaku untuk semakin mendekat kepada-Mu.

Tindakanku
Untuk menutup saat teduh hari ini, aku akan menyanyikan “Ku Mau Cinta Yesus Selamanya”, sebagai tekad kasihku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«