suplemenGKI.com

Jumat, 19 Juni 2015

18/06/2015

Markus 4:35-41

PANIK

PENGANTAR
Panik adalah kumpulan perasaan-perasaan bingung, gugup, dan takut yang secara mendadak muncul dan bercampur-aduk menjadi satu. Perasaan ini akan muncul bila kita menghadapi masalah yang besar dan rumit (membuat kita bingung), yang datang secara tiba-tiba (membuat kita gugup), dan yang mengancam hidup kita (membuat kita takut). Kepanikan inilah yang sering membuat kita  sulit menemukan sikap dan solusi yang tepat untuk menghadapi masalah kita. Sebaliknya, kepanikan dapat membuat kita berkata-kata dan bertindak ceroboh sehingga membuat masalah kita semakin besar. Selain itu, kepanikan juga sering membuat kita melemparkan tanggung jawab kepada orang lain di sekitar kita, menuduh mereka kurang mendukung kita, atau menuding mereka sebagai penyebab dari masalah tersebut.

Ketika kita dihadapkan dengan masalah yang besar dan mendadak, kita justru perlu bersikap lebih tenang. Kita perlu berhenti sejenak dan mengambil waktu untuk menenangkan diri kita. Demikian juga sikap kita di hadapan Tuhan. Doa dan permohonan yang tulus dan lembut jauh lebih baik daripada teriakan penuh amarah dan kejengkelan. Mengakui ketakutan dan ketidakberdayaan kita jauh lebih baik daripada menuduh Tuhan kurang mempedulikan kita.

PEMAHAMAN

Ay. 35-36   Atas inisiatif siapakah mereka menyeberangi danau Galilea? Dengan tujuan apa mereka melakukannya?

Ay. 37-38   Di manakah Yesus ketika terjadi angin ribut? Bagaimanakah cara murid-murid-Nya membangunkannya? Menurut Anda, mengapa para murid bersikap demikian kepada Yesus?

Sepanjang hari itu Yesus telah mengajar orang banyak di tepi danau Galilea. Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh dan para pendengarnya berada di tepi danau (Mar. 4:1). Kita dapat membayangkan betapa letihnya Yesus. Ketika senja tiba, Yesus pun mengajak para murid-Nya bertolak ke seberang danau, meninggalkan orang banyak, supaya mereka bisa beristirahat. Itulah sebabnya, sementara perahu mulai berjalan, Yesus pergi ke buritan (bagian belakang perahu) dan tidur di sana.

Namun, di tengah perjalanan, perahu mereka diterjang taufan dan ombak yang dahsyat. Meskipun banyak murid Yesus yang bekerja sebagai nelayan dan mereka tahu bahwa di danau Galilea hal ini sering terjadi, namun agaknya badai yang terjadi pada waktu itu sangat besar. Mereka pun merasasangat panik. Dalam kondisi seperti itu, jelaslah bahwa mereka berharap Yesus tidak tinggal diam. Namun, mereka justru menjumpai Yesus tidur di buritan. Karena itulah mereka merasa kesal dan marah kepada Yesus. Mereka menegur Yesus karena menganggap Yesus tidak peduli kepada mereka.

REFLEKSI
Perasaan panik yang mencekam telah membuat para murid menganggap bahwa Tuhan Yesus tidak mempedulikan mereka. Apakah tuduhan mereka bahwa Yesus tidak peduli itu tepat? Apa yang seharusnya mereka katakan kepada Yesus pada waktu itu?

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah aku menghadapi masalah-masalahku dengan sikap yang lebih tenang sehingga aku dapat menemukan sikap, kata-kata, dan tindakan yang tepat.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan berusaha lebih berhati-hati ketika hendak menegur atau mempersalahkan orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«