suplemenGKI.com

Jumat, 19 Juli 2019

18/07/2019

DIPERDAMAIKAN OLEH DARAH KRISTUS

Kolose 1:20-23

 

Pengantar
Kata “damai” seringkali dimaknai sebagai suatu keharmonisan dalam kehidupan di mana tidak ada perseteruan atau konflik. Damai itu sendiri seringkali dikaitkan dengan hubungan antar manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, bahkan manusia dengan Allah. Namun, hubungan manusia dengan Allah pun menjadi rusak karena dosa. Allah tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa karena dosa. Ia mengutus Anak-Nya yang Tunggal, yakni Yesus Kristus yang akan memperdamaikan, sehingga keharmonisan dan persekutuan yang erat dengan Allah dapat kembali.

Pemahaman

  • Ayat 20-22    : Bagaimanakah kuasa darah Kristus itu memperdamaikan hubungan manusia dengan Allah?
  • Ayat 23          : Nasehat apakah yang diberikan oleh Paulus ketika seseorang telah diperdamaikan oleh Kristus?

Paulus memberikan penegasan bahwa di dalam perdamaian dengan Allah, Kristus Yesus  memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di Sorga (ay. 20). Dia adalah Pengantara pendamaian, yang memberikan damai sejahtera dan pengampunan untuk orang-orang berdosa. Kita menjadi musuh Allah sejak zaman Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Bahkan dosa itu membuat kita “jauh” dari Allah dan membuat kita melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang bersumber dari hati kita (ayat 21). Namun di dalam Kristus-lah, kita beroleh pengampunan dosa dan diperdamaikan dengan Allah. Oleh karena itu, betapa berharganya darah Kristus, sehingga ketika Kristus menumpahkan darah-Nya, Allah berkenan mengadakan perjanjian dengan manusia untuk menempatkan mereka di bawah perjanjian anugerah. Pendamaian itu sempurna, tidak ada yang kurang, karena dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri yang menerima segala kepenuhan Allah, berarti Dialah Allah sendiri.

Lantas, bagaimanakah seharusnya kehidupan orang-orang yang telah diperdamaikan oleh darah Kristus? Rasul Paulus mengingatkan agar kita harus bertekun dalam iman, tetap teguh, dan tidak tergoncang (ayat 23). Dengan kata lain, sebagai orang yang telah menerima anugerah penebusan dan diperdamaikan oleh darah Kristus, maka sudah selayaknya-lah kita mempersembahkan syukur kepada Allah dengan hidup yang memuliakan Tuhan. Termasuk ketika kita menghadapi tantangan yang ada kalanya berupaya untuk melunturkan iman dan pengharapan kepada Allah, serta tantangan yang dapat merusak hubungan dengan sesama. Dalam kesemuanya itu, kita diminta untuk tetap setia, taat, menjaga damai yang Allah berikan dan hidup berkenan di hadapan-Nya.

Refleksi
Kuasa darah Kristus telah memperdamaikan dan menebus kita. Jika kita sudah diperdamaikan dengan Allah, maka sudah selayaknya kita juga berdamai dengan sesama. Apakah saudara sedang mengalami perseteruan atau konflik dengan orang-orang di sekitar saudara? Tindakan apa yang saudara telah lakukan untuk memulihkan konflik tersebut? Adakah penolakan ketika saudara menawarkan “damai” kepada sesama?

Tekad
Ya Tuhan, ampuni bila secara sadar ataupun tidak sadar, aku sering melukai hati sesamaku. Kiranya damai sejahtera-Mu memampukan aku untuk hidup rukun dan damai dengan sesamaku.

Tindakan
Sebagai anak Tuhan yang telah diperdamaikan dengan darah Kristus, aku mau membagikan damai itu dengan mendatangi salah seorang yang berseteru denganku untuk melakukan rekonsiliasi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«