suplemenGKI.com

RINDU PETUNJUK JALAN TUHAN

Mazmur 25:1-10

 

Pengantar
Beberapa tahun yang lalu saya mencari alamat di sebuah perumahan. Area perumahan itu sangat luas, banyak gang tapi tanpa petunjuk yang jelas sedangkan suasana sepi, tak ada orang di pinggir jalan yang bisa ditanya. Pada waktu itu  belum lazim penggunaan GPS atau google maps.  Saya juga berupaya menelpon orang yang akan saya kunjungi tapi ternyata tak terangkat. Dapat dibayangkan betapa bingungnya saya pada waktu itu. Satu hal yang saya rindukan pada waktu itu adalah segera mendapatkan petunjuk jalan yang jelas. Apakah Saudara pernah mengalami kebingungan seperti itu? Dalam perjalanan hidup ini, kita juga akan mengalami kebingungan dan bisa tersesat bila tak memiliki petunjuk arah hidup yang jelas. Oleh karena itulah dalam Mazmur 25, Pemazmur menyatakan kerinduannya  untuk dituntun Tuhan dan mendapatkan petunjuk jalan Tuhan. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-3 : Apa yang membuat Pemazmur menanti-nantikan Tuhan?
  • Ayat 4-5 : Mengapa Pemazmur merindukan petunjuk jalan Tuhan?
  • Ayat 6-10: Bagaimanakah jalan Tuhan yang diyakini Pemazmur?

Mazmur ini ditulis oleh Daud yang percaya bahwa kasih setia Allah menaunginya. Daud mengarahkan hatinya kepada Tuhan dan menanti-nantikan pertolongan dan petunjuk Tuhan agar dapat hidup benar dan selamat dari ancaman musuh. Pada waktu itu ia mengalami penderitaan fisik dan batin yang luar biasa (ayat 17,18) sebab semua musuh-musuhnya dikuasai oleh kebencian yang sangat mendalam. Begitu dahsyat tekanan dan derita yang harus ia alami sehingga ia pun bisa terjatuh  ke dalam dosa (ayat 18). Bagaimana Daud menyikapi dan menghadapinya?

Ia tetap menantikan dan berharap kepada Tuhan (ayat 2) dan tidak berpaling sedikit pun kepada allah lain (15), sebab ia percaya bahwa hanya Allahlah yang mampu mengaruniakan petunjuk jalan untuk menghadapi semua penindasan, tantangan, dan penderitaan tanpa berbuat dosa. Ia tidak hanya memohon agar Allah memberitahukan jalan-jalan-Nya (ayat 4) namun juga menuntun dan mengajarkan jalan-jalan-Nya. Artinya ia tidak mau setengah-setengah dalam memahami dan menjalankan kehendak-Nya sebab hanya itulah satu-satunya cara menghadapi kondisi sekitar yang semakin tidak bersahabat. Daud yakin akan mendapatkan itu semua dari Allah sebab Ia adalah Allah yang setia dan penuh rahmat dan  mau membimbing umat-Nya.

Refleksi:
Dalam keheningan, renungkanlah apakah dalam perjalanan hidup ini, Saudara merasa dapat menghadapi tantangan kehidupan dengan pikiran sendiri? Seberapa dalam kerinduan Saudara untuk dibimbing Tuhan?  Apakah Saudara selalu bersemangat dan menyediakan waktu yang baik untuk mempelajari petunjuk jalan Tuhan yang tertulis dalam Alkitab?

Tekadku:
Ya TUHAN mampukanlah aku untuk selalu memiliki hati yang merindu akan bimbingan dan  petunjuk jalan-Mu. Berikanlah aku hikmat untuk  tekun mempelajari petunjuk jalan Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.

Tindakanku:

  • Aku akan menyusun jadwal membaca dan mempelajari Alkitab secara berkesinambungan.
  • Aku akan mengajak teman-teman untuk membentuk kelompok baca dan gali Alkitab agar semakin bersemangat untuk mempelajari petunjuk jalan Tuhan.
  • Aku akan berupaya  mengatur agenda kegiatan sehingga bisa mengikuti kelompok Pemahaman Alkitab.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«