suplemenGKI.com

PROSES MEMAHAMI KASIH KARUNIA

Lukas 1:26-38

 

PENGANTAR
Memasuki Minggu Adven terakhir,  kita akan merenungkan bagaimana Allah berkasih karunia, sekaligus belajar bagaimana proses yang dijalani Maria dalam menerima kasih karunia Allah.  Bagi Maria, untuk menerima kasih karunia itu bukan berarti seketika mengerti dan bebas dari tekanan.  Namun dalam perjumpaan dengan malaikat Gabriel, Maria berproses menerima kasih karunia-Nya.   Bagaimana proses yang Maria jalani?  Mari belajar bersama!

PEMAHAMAN

  • Apa yang dikatakan malaikat Gabriel di awal perjumpaan itu? (ayat 28-30)
  • Bagaimana penjelasan malaikat tentang Anak yang akan dikandung dan dilahirkan Maria? (ayat 31-33)
  • Apakah saudara masih bisa menemukan kasih karunia Allah dibalik persoalan?

Betapa terkejutnya Maria ketika tiba-tiba malaikat Gabriel datang kepadanya.  Bukan hanya terkejut dengan kedatangan malaikat tetapi juga karena membawa pesan “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus” (ayat 31).  Dan semakin lengkap terkejutnya Maria sebab dalam perjumpaan itu malaikat Gabriel dengan jelas menyampaikan siapa Anak yang akan dikandung dan dilahirkan Maria “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.  Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaannya tidak akan berkesudahan” (ayat 32-33).  Malaikat Gabriel menjelaskan sedemikian besar nantinya peran Anak yang akan lahir itu bagi umat manusia.

Terkejutnya Maria dapat kita pahami sebab ia merasa bukan siapa-siapa.  Maria menyadari dirinya perempuan Israel yang sederhana dari Nazaret di Galilea. Apalagi saat itu Maria baru bertunangan dengan Yusuf dan dia tahu persis budaya yang berlaku dalam masyarakat Yahudi.  Namun, meski awalnya terkejut, bingung dan sulit mengerti, akhirnya Maria berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ayat 38).

Bagaimana Maria berproses memahami kasih karunia Allah?  Pertama, malaikat Gabriel menyapa dengan sebuah sapaan “salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (ayat 28).  Malaikat mengatakan “engkau yang dikaruniai” (ayat 28)  dan “engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (ayat 30).  Artinya, sejak awal malaikat menegaskan bahwa pilihan atas diri Maria merupakan kehendak Allah yang berkasih karunia kepadanya.  Siapa pun Maria, Allah kekharitomene kepadanya.  Allah tahu siapa Maria dan tidak salah saat berkasih karunia.  Ya, hanya kasih karunia-Nya.  Kedua, dalam menjalani kasih karunia itu Maria tidak sendiri sebab ada penyertaaan-Nya.  Dia tahu persis pergumulan Maria saat menerima kasih karunia-Nya. Dia berjanji menyertai. Bahkan Malaikat menegaskan “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi, akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan di sebut kudus, Anak Allah” (ayat 35).  Maria lah yang dipilih Allah untuk berperan dalam sejarah penyelamatan umat manusia.  Akhirnya Maria menyadari bahwa ada kepentingan yang jauh lebih besar daripada mimpi-mimpinya bersama Yusuf.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Maria memilih mempersembahkan dirinya dipakai Allah. Dengan kerendahan hati serta penyerahan total, Maria menyambut berita kasih karunia itu dengan mempersembahkan dirinya menjadi alat bagi terlaksananya kehendak Allah. Kasih karunia Allah bukan meniadakan pergumulan yang harus dihadapi, namun penyertaan-Nya sempurna. 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah agar dalam persoalan dan kesulitan apapun dalam hidup, aku masih tetap bisa melihat kasih karunia dan penyertaan-Mu.

TINDAKANKU
Dalam satu hari ini aku mau merenungkan dan menemukan kasih karunia, kebaikan dan bukti penyertaan Allah dalam persoalan dan kesulitan yang aku hadapi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«