suplemenGKI.com

Persembahan yang Allah Kehendaki

Ibrani 10:8-10

 

Pengantar

Ada orang yang mengatakan, “Aturan dibuat untuk dilanggar”. Seberapa pentingkah sebenarnya aturan itu? Bagaimana kalau ada orang yang sudah mengikuti aturan (prosedur) lalu ternyata hasilnya ditolak? Pertanyaan ini akan menghantar kita merenungkan persembahan yang Allah kehendaki.

 

Pemahaman

Ay. 8      : Mengapa orang Yahudi mempersembahkan korban? Bagaimanakah tata cara memberikan korban persembahan itu?

Ay. 9      : Apakah korban yang dipersembahkan menurut Taurat akan berkenan kepada Allah?

 

Melalui Ibrani 10:8-10, kita mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai ayat 5-7. Umat waktu itu tiap tahun datang ke Bait Allah (sering dengan susah payah) dari berbagai wilayah. Mereka membawa sebagian dari hasil kerja susah payah mereka, untuk diberikan kepada para pejabat Bait Allah agar dipersembahkan (atau dikelola dengan sebagaimana mestinya), supaya dosa-dosanya dihapuskan dan supaya Allah senang, sesuai aturan Taurat. Meski begitu, semua usaha mereka itu tidak berkenan kepada Allah. Tentu ini membuat banyak pihak terganggu.

Ibrani 10:9 menjelaskan bahwa karena aturan Taurat tidak bisa efektif, maka Kristus datang untuk menggantikannya. Dia datang untuk melakukan kehendak Allah, yaitu menyucikan umat bagi Tuhan secara efektif. Dia dikurbankan sebagai persembahan untuk membebaskan manusia dari dosanya dan menjadikan mereka umat yang khusus bagi Allah. Persembahan itu hanya perlu sekali dan berlaku selamanya untuk semua orang.

 

Refleksi

Mengikuti aturan yang berlaku tentu sangat perlu, supaya hidup masyarakat dapat tertib. Namun harus selalu diingat bahwa aturan dibuat untuk kepentingan masyarakat, bukan manusia dibuat untuk mentaati aturan belaka. Berbuat mengikuti aturan perlu dengan kesadaran bahwa tujuannya adalah untuk kesejahteraan dan keselamatan umat. Maka ketika aturan dijalankan sebagai kewajiban belaka dan dengan rasa takut yang membuat tidak tentram, maka aturan itu perlu dikaji ulang apakah betul untuk kesejahteraan umat.

Kristus datang untuk menjalankan kehendak Allah, yaitu membebaskan manusia dari dosa dan mengkhususkan mereka bagi Allah. Dia menunjukkan bahwa untuk membuat hal itu terjadi, Dia perlu menjalankannya dengan sepenuh hati, dengan belas kasih yang berlimpah. Hanya belas kasih yang luar biasa yang dapat membuatDia bersedia berkurban menjadi persembahan untuk menyelamatkan umat. Hanya persembahan-Nya itulah yang mampu membebaskan umat sampai selamanya. Persembahan Kristus menyenangkan Allah.

 

Tekad

Doa: Tuhan, tolong saya untuk hidup dengan dengan berbelas kasih. Amin.

 

Tindakan

Saya akan mempersiapkan persembahan hari Minggu dengan belas kasih dan tulus hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*