suplemenGKI.com

Jumat, 18 April 2014

17/04/2014

SUDAH SELESAI!

Yohanes 19:28-30

 

Pengantar
Lega rasanya bila mampu menyelesaikan semua tanggungjawab yang dipercayakan pada kita. Namun dalam kehidupan sehari-hari tidak semua orang mampu menyelesaikan tanggungjawabnya sampai tuntas. Biasanya ketika kesulitan, hambatan bahkan penderitaan harus dilalui, orang akan kehilangan semangat dan motivasi. Bagaimana dengan Saudara ? Mari kita bercermin pada teladan KRISTUS.

Pemahaman
Ayat 28: Mengapa di atas salib, KRISTUS berkata: “Aku haus!”
Ayat 29: Bagaimakah tanggapan orang-orang saat mengetahui DIA haus?
Ayat 30: Apa makna perkataan “ Sudah selesai!’. Mengapa KRISTUS mengucapkan kata itu?

KRISTUS tahu bahwa sebentar lagi Dia pasti mati dan dengan kematian-Nya memang segala sesuatu telah selesai. Kehausan adalah satu aspek dari penderitaan-Nya. Dia dicambuk, Dia berdarah, dan Dia berada di kayu salib selama enam jam, siang hari di Israel. Dia haus. Dia berkata Aku haus, supaya mereka memberikan kepada-Nya anggur asam yang ada di situ. Dengan demikian, Mazmur 69:22, yang berkata, “…pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam” digenapi. Anggur asam adalah minuman murah yang disukai oleh prajurit. Tampaknya prajurit itu menyediakan bunga karang seandainya mereka mau memberikan anggur asam kepada mereka yang disalibkan, karena orang yang disalibkan tidak dapat minum dari mangkok. Setetes air pastilah dapat menyejukkan lidah-Nya, lebih baik daripada setetes anggur asam. Walaupun begitu, Ia tunduk juga untuk menerimanya demi kita.

Sesudah itu Dia berseru dengan suara nyaring sesaat sebelum Dia meninggal. Ia berkata: “Sudah selesai!” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Dia berhasil melakukan segala pekerjaan yang diberikan kepada-Nya oleh Allah Bapa yang mengutus Dia. Perhatikanlah apa yang dikatakan-Nya itu. Kita dapat menebak bahwa Ia mengatakannya dengan penuh kemenangan dan sorak sorai. “Sudah selesai!” adalah  sebuah kata yang merampungkan segalanya.  

Kata Sudah selesai, bermakna bahwa segala kepahitan dari kejahatan dan tindak permusuhan para penganiaya-Nya telah selesai. Selain itu kata “Sudah selesai” bermakna rancangan dan perintah Bapa-Nya mengenai penderitaan-Nya kini telah tergenapi. Semuanya itu merupakan maksud dan rencana Allah yang tidak dapat diubah lagi, dan Dia benar-benar berhati-hati supaya setiap titik dari rencana itu benar-benar terpenuhi (Kis. 2:23). Saat memasuki penderitaan-Nya, Dia berkata, “Bapa, jadilah kehendak-Mu,” dan kini Dia berkata dengan penuh sukacita, “Sudah selesai.” Makanan dan minuman-Nya ialah menyelesaikan pekerjaan-Nya (4:34), dan makanan dan minuman itu menyegarkan Dia, saat mereka memberi-Nya empedu dan anggur asam.

Refleksi
Pandanglah salib KRISTUS! Lihatlah KRISTUS berhasil menyelesaikan karya-Nya sampai tuntas sekalipun melewati jalan sengsara dan kematian. Beranikah Saudara melewati jalan derita dan sengsara demi menyelesaikan tugas panggilan melaksanakan kehendak BAPA?

Tekadku
TUHAN, mantapkan langkahku untuk menuntaskan karya di jalan rancangan dan kehendak-Mu sekalipun jalan yang harus ku lalui penuh onak dan duri.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan lebih bersemangat melayani TUHAN dan rela berkorban. Aku akan menyelesaikan seluruh tanggungjawab pelayanan di mana pun dengan sukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«