suplemenGKI.com

Jumat, 17 Sept 2021

16/09/2021

BERLINDUNG KEPADA SIAPA?

Mazmur 54

 

Pengantar
Seorang anak ditemukan ibunya terisak dalam tangis di kamar yang sepi. Apa yang terjadi? Tampaknya mainannya direbut paksa oleh adiknya bahkan dia juga  dipukul dan didorong hingga terjatuh. Sebagai kakak, dia marah dan ingin membalas adiknya tapi dia tak mau melakukan itu. Dia mengendalikan diri dan memilih masuk kamar, dia menangis dalam doa. Dia mendoakan agar adiknya tak nakal dan bisa bersikap baik terhadapnya. Sungguh inilah sikap seorang kakak yang penuh hikmat. Memang ancaman bahaya mungkin saja ada di sekitar kita bahkan terkadang bukan orang asing atau orang jauh yang membahayakan kita tapi justru orang-orang yang ada di dekat kita bahkan bisa jadi keluarga kita sendiri. Bagaimanakah kita bisa menyikapi ancaman bahaya dengan hikmat ? Marilah kita menangkap inspirasi kitab suci dalam Mazmur hari ini.

Pemahaman

  • Ayat  1, 2, 5         : Bahaya apa yang sedang dihadapi Daud?
  • Ayat 3- 4              : Apa yang dilakukan Daud ketika menghadapi bahaya?
  • Ayat 6- 9              : Apa yang menjadi keyakinan dan janji iman  Daud di tengah ancaman bahaya?

Pada saat bersembunyi dari kejaran Saul di padang gurun Zif, Daud dikhianati oleh orang Zifi yang adalah saudara satu suku dengan Daud yaitu suku Yehuda (bdk. I Samuel 23:14-28). Mereka memberitahukan keberadaan Daud kepada Saul. Dengan demikian kondisi Daud berada dalam ancaman bahaya. Sebenarnya berada di tengah kaum keluarga adalah tempat perlindungan yang aman tapi sungguh tak disangka ternyata orang Zifi tidak melindungi Daud malah mendatangkan bahaya baginya. Bayangkanlah bagaimana perasaan Daud pada waktu itu. Mungkin sangat kecewa sekaligus gentar dan takut.

Berada dalam kondisi hati yang kecewa dan di tengah ancaman bahaya bisa membuat orang bertindak kalap dengan melakukan tindakan-tindakan yang salah. Syukurlah Daud tak melakukan itu. Ia menyikapi ancaman bahaya dengan penuh hikmat. Dia memilih untuk datang bersembah sujud di hadapan ALLAH. Daud berdoa, memohon ALLAH menyelamatkan dan memberikan keadilan kepadanya.( ayat 3 ). Daud tidak main hakim sendiri tapi menyerahkan semuanya dalam tangan ALLAH, Sang maha adil ( ayat 7 ). Ia yakin TUHAN akan bertindak adil dengan menolong orang benar dan memberi ganjaran kepada orang yang salah.

Dalam doanya, Daud dengan tegas menyatakan keyakinan iman bahwa ALLAH akan menolong dan menopangnya untuk bisa menghadapi ancaman bahaya yang mendekatinya (ayat 6). Keyakinan iman ini juga mewujud dalam komitmen (janji iman) yang mensyukuri pertolongan yang yang diberikan TUHAN dengan mempersembahkan korban syukur kepada TUHAN yang melepaskannya dari kesesakan (ayat 8-9). Di sini kita melihat bahwa Daud sungguh beriman kepada TUHAN dan menjadikan TUHAN sebagai tempat perlindungan utama. Dia tak putus harapan walau sanak keluarga tak memberi perlindungan.  Datang berlindung kepada TUHAN dalam doa itulah yang perlu dilakukan orang beriman. Daud memberi contoh bagaimana menghadapi ancaman bahaya dengan penuh hikmat yaitu mengubah fokus perlindungan, dari berlindung kepada manusia menjadi sepenuhnya berlindung kepada TUHAN. 

Refleksi:
Dalam keheningan, di bulan keluarga ini, marilah kita mengevaluasi kehidupan keluarga kita. Apakah keluarga Saudara bisa memberikan naungan perlindungan kepada setiap anggota keluarga? Apakah Saudara telah mengajak keluarga untuk  selalu menjadikan TUHAN sebagai sumber perlindungan, keselamatan dan pertolongan?

Tekadku:
Ya TUHAN mampukan aku untuk terus beriman dan berlindung pada-Mu dalam segala keadaan.

Tindakanku:
Aku akan mengajak seluruh anggota keluargaku untuk tidak mudah putus harapan saat menghadapi persoalan tapi terus berharap dan berlindung kepada TUHAN dalam doa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«