suplemenGKI.com

Jumat, 17 Mei 2019

16/05/2019

SIAPAKAH AKU DI HADAPAN-NYA?

Mazmur 148:11-13

 

Pengantar
Seorang pria bekerja keras demi menafkahi keluarganya. Kerja keras itu membuahkan hasil dan ia menjadi seorang yang kaya raya. Kehidupannya tak pernah kekurangan, semua kebutuhan anak dan istrinya pun tercukupi. Dengan kekayaan yang dimiliki, ia sering mengajak anggota keluarganya untuk menikmati kebersamaan di luar negeri. Tetapi sungguh sangat disayangkan. Suatu ketika usaha yang digelutinya mengalami kendala. Dengan sangat menyesal dan terpaksa, ia hidup dengan sangat sederhana. Kemewahan yang selalu dirasakannya, hanya tinggal bayangan sesaat. Dalam pergumulan yang dihadapinya, ia mengakui bahwa ketika hidup berkecukupan, seringkali ia sombong terhadap orang-orang di sekitarnya. Saudara, apalah arti kekayaan dan kedudukan jika ternyata hidup kita tidak mencerminkan ketundukan pada Sang Pencipta? Hari ini kita akan merenungkan bersama bahwa hanya Tuhanlah yang layak dipuji dan ditinggikan, bukan keberadaan kita.

Pemahaman

  • Ayat 11-13    : Mengapa pemazmur mengajak semua manusia dari berbagai kalangan untuk memuji Tuhan?
  • Pelajaran apakah yang saudara dapatkan dari perenungan pagi ini?

Bagian ini sesungguhnya masih merupakan satu kesatuan dengan bagian sebelumnya, yaitu panggilan untuk memuji Tuhan. Namun, di ayat 11-12 pemazmur memberikan rincian secara khusus sebagai ajakan untuk memuji Tuhan. Hal ini ditujukan kepada semua kalangan atas hingga rakyat, yakni raja-raja di bumi dan segala bangsa, para pembesar dan semua pemerintah dunia, orang tua, dan orang muda. Pemazmur bertujuan untuk mengingatkan manusia akan keberadaannya di hadapan Tuhan, Sang Pencipta. Adakalanya ketika manusia berada di atas, lupa akan kebaikan dan pemeliharaan-Nya. Terlena dengan segala pencapaian yang dimiliki dan lupa bahwa harta di dunia hanyalah sementara. Pun demikian ketika manusia berada dalam kondisi yang tak mengenakkan, seringkali mengeluh akan penderitaan yang terjadi dalam dirinya. Padahal ada begitu banyak kasih karunia yang telah diterima dari Tuhan.

Oleh karena itu, pemazmur mengajak kita, yang terdiri dari berbagai kalangan untuk mengarahkan pandangan kepada Tuhan yang bersemayam di Sorga. Dengan mengarahkan pandangan kepada Tuhan, maka akan menolong untuk menyadari keberadaan kita di hadapan-Nya. Apapun saat keadaan dan kondisi kehidupan yang dialami, kita diminta untuk menghormati Tuhan dan tunduk pada kekuasaan-Nya. Dengan menyadari keberadaan diri di hadapan Tuhan, maka kita telah siap untuk menghambakan diri kepada-Nya dan mengikuti seluruh rencana-Nya dalam hidup kita.

Refleksi
Berdirilah sejenak, ambil salah satu benda yang saudara sangat cintai. Seandainya barang tersebut hilang, bagaimana perasaan saudara? Saudara, kasih dan pemeliharaan Tuhan sangat berlimpah. Bukankah itu yang seharusnya kita syukuri dalam hidup? Keangkuhan dapat ditumbangkan dalam sekejap mata oleh Tuhan. Mari datang dengan menundukkan diri di hadapan-Nya.

Tekad
Tuhan, ampuni jika selama ini aku terlalu angkuh dan congkak dengan apa yang kubanggakan dalam hidupku. Ajarku untuk memuji-Mu dan tunduk pada semua perintah-Mu.

Tindakan
Aku akan belajar untuk melepaskan keangkuhanku dan tunduk pada kehendak-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»