suplemenGKI.com

Jumat, 17 Maret 2017

16/03/2017

Roma 5 : 6 – 11

BUKTI KASIH ALLAH

 

PENGANTAR
Dalam masyarakat dimana kita tinggal tidak pernah kita dapati seseorang yang mau berkorban sampai mati untuk orang fasik. Yang mau  mati untuk orang benarpun hampir-hampir tidak dapat kita temukan. Bahkan mustahil seorang benar mau mati untuk orang yang tidak benar, karena jika hal itu terjadi maka orang benar itu sendiri akan menjadi tidak benar. Jika dalam masyarakat kita orang benar rela mati/berkorban untuk orang yang tidak benar itu mustahil, maka tidak demikian dengan Yesus Kristus. Justru yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sebaliknya, Ia rela mati untuk manusia yang berdosa. Mengapa Yesus Kristus melakukan hal itu ?

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana keadaan manusia yang sebenarnya ? ( ayat 6, 8,10 )
  2. Apa yang dilakukan oleh Kristus untuk menolong manusia ? ( ayat 6-10 )
  3. Mengapa Yesus Kristus melakukan hal itu ?

Pada ayat 6 menyatakan bahwa keadaan manusia adalah “lemah” yaitu sebagai “budak dosa”, yang tidak berdaya melepaskan diri dari kungkungan perbudakan dosa. Selain itu manusia dikatakan sebagai “orang-orang durhaka”. Orang durhaka adalah orang yang tidak tahu berterima kasih, orang yang suka memberontak. Di ayat 8 menyatakan manusia sebagai “orang berdosa”. Orang berdosa hidup jauh dari Allah. Sedangkan pada ayat 10, manusia dinyatakan sebagai “seteru” Allah atau musuh Allah. Melihat kenyataan bahwa manusia seperti itu maka dapat dipastikan bahwa nasib manusia sangat memprihatinkan. Lalu siapakah yang peduli kepada manusia yang notabena sebagai manusia berdosa, seteru Allah, durhaka ? Mungkin tidak ada yang peduli dengan manusia.

Akan tetapi ada satu pribadi yang begitu peduli terhadap nasib manusia. Siapa ? Ia adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus sangat mengasihi manusia. Karena kasih-Nya yang begitu besar. Kasih Allah adalah kasih yang mengalir secara spontan sebab sumbernya adalah hakekat Allah sendiri. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dan kita renungkan. Pertama:  Bahwa Kasih Allah itu ditujukan kepada orangberdosa, yang tidak layak menerimanya, termasuk kita. Tidak seorangpun di dunia ini yang layak menerima kasih Allah namun Allah tetap menyatakan kasih-Nya. Kedua: Bahwa kematian Kristus terjadi satu kali di masa lampau tetapi berlaku untuk selama-lamanya. Salib Kristus tetap berdiri ditengah umat manusia sebagai peringatan akan kasih Allah kepada manusia malang dan berdosa. Dari situlah kita orang-orang Kristen membawa salib untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama yang membutuhkan pertolongan. Ketiga: Tuhan mau menyelamatkan orang berdosa didalam Kristus. Maka orang Kristen harus memandang manusia berdosa dengan kacamata kasih Kristus. Dengan demikian kita hadir ditengah-tengah masyarakat dengan misi membawa kasih Kristus untuk menyelamatkan sesama manusia. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening untuk merenungkan: apakah saudara adalah orang yang layak menerima kasih Allah ? mengapa Allah mengasihi saudara ?

TEKADKU
Ya Tuhan saya bersyukur kepada-Mu, walaupun saya adalah orang yang tidak layak menerima kasih-Mu namun Engkau mengasihi saya melalui kematian-MU di atas kayu salib.

TINDAKANKU
Sebagaimana Kristus mengasihi saya maka mulai sekarang saya harus mengasihi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«