suplemenGKI.com

BERPERAN DALAM PERSEKUTUAN

I Korintus 1:1-9

 

PENGANTAR
Kristus sebagai kepala dengan setia telah memelihara umat-Nya dalam persekutuan yang erat dan kokoh.  Maka seharusnya masing-masing pribadi sebagai umat Tuhan memiliki semangat untuk menjaga kesatuan dan kekokohan persekutuan sebagai umat-Nya.  Itulah yang Paulus nasihatkan kepada jemaat Korintus, sebagai umat dan persekutuan yang memiliki banyak karunia dari-Nya.  Apa nasihat rasul Paulus?  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Mengapa Paulus merasa berhak menyampaikan nasihat kepada jemaat Korintus? (Ayat 1-2)
  • Apa dasar nasihat Paulus agar jemaat Korintus memiliki persekutuan yang kokoh?  (Ayat 3)
  • Apakah saudara merasa berada dalam persekutuan yang harmonis dan saling mendukung?  Kalau tidak, mengapa?

Jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya dengan berbagai karunia dan berkat.  Kali ini rasul Paulus sangat merasa perlu untuk memperhatikan persekutuan jemaat Korintus yang ‘kaya’ tetapi justru tidak memiliki keharmonisan dalam persekutuan dan pelayanan (Ayat 5-7).  Sebelum menyampaikan keprihatinannya menjawab persoalan jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat (ayat 1,2).  Bahwa setiap orang percaya telah “dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus” (Ayat 2).  Bagian ini penting karena akan menjadi semacam ‘dasar hukum’ bagi semua yang akan dipaparkannya dalam seluruh suratnya.  Tanpa peranannya sebagai rasul Kristus yang ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis. 9:1-19a), ia tidak mempunyai wewenang atau wibawa rohani apapun.

Paulus menekankan adanya hubungan yang khas di antara orang-orang percaya yang dipanggil untuk dikuduskan.  Semuanya menjadi bersaudara, saling menguatkan karena mereka semua mempunyai satu Bapa (ayat 3), dan ber-Tuhankan Yesus Kristus yang memiliki semua kuasa dari Allah Bapa.  Itulah landasan dan alasan Paulus mengapa merasa perlu untuk mengingatkan jemaat Korintus, yaitu sama-sama dipanggil menjadi orang-orang kudus dan satu Bapa di dalam Kristus.

Apa nasihat rasul Paulus? Satu, Paulus mengingatkan bahwa sebagai milik Kristus yang telah menerima anugerah keselamatan kekal-Nya, ucapan syukur merupakan hal vital dan tidak boleh terputus dalam kehidupan jemaat.  Paulus telah memberi teladan (ayat 4).  Dua, dalam masa penantian kedatangan Kristus kembali, jemaat harus bersatu untuk saling mengingatkan agar iman jemaat tidak terombang ambing sehingga dapat memelihara kehidupan yang bersih dan tidak tercela (ayat 8).  Tiga, Paulus mengajak jemaat menyadari kehadiran Tuhan yang setia, yang memelihara hidup dan kesatuan sebagai murid-Nya (ayat 9).

REFLEKSI
Mari merenungkan: Setiap pribadi dalam persekutuan, memiliki peran penting menciptakan kesatuan, keharmonisan relasi dan keteguhan iman.  Bukan menciptakan situasi yang sebaliknya: kekacauan, ketidakharmonisan dan mandegnya iman.

TEKADKU
Ya TUHAN, tolonglah aku agar mampu berperan menciptakan kesatuan, keharmonisan dan bertumbuhnya iman dalam persekutuan ; bukan sebaliknya.   Jangan karena ambisi pribadiku akhirnya membawa ketidakharmonisan dalam persekutuan.

TINDAKANKU
Mengevaluasi diri agar tidak mementingkan diri sendiri, ambisi dan kehormatan pribadi; tetapi berperan menciptakan suasana harmonis dalam persekutuan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«