suplemenGKI.com

I KORINTUS 3:10-11

IMAN YANG DIBANGUN DIATAS DASAR YANG KOKOH

 

Pengantar

Masih ingat dengan salah satu kartun Walt Disney yang terkenal tentang tiga ekor babi? Lagunya sangat terkenal, berjudul “Who’s Afraid of the Big Bad Wolf?”. Kisahnya menceritakan tiga ekor babi yang harus membangun tempat perlindungan paling aman dari ancaman serigala jahat. Mereka sama-sama membangun rumah, dengan cara dan dasar yang berbeda. Yang satu membangunnya dari jerami, yang satu dari kayu, sedang saudaranya satu lagi membangun dengan batu bata dan semen. Yang membangun dengan jerami dan kayu tentu pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga mereka sempat menertawakan saudara tertuanya yang masih tekun menumpuk batu bata demi batu bata dan menyatukannya dengan semen. Tapi si abang tertua tetap tekun membangunnya. Pada satu ketika, serigala jahat pun datang. Rumah dari tumpukan jerami dengan mudah diluluh lantakkan dengan sekali hembus, dan kaburlah si adik terkecil dengan ketakutan. Ia lari berlindung di rumah kakaknya yang dibangun dari kayu. Rumah itu pun dengan mudah dirobohkan oleh si serigala jahat. Seketika mereka berdua berhamburan ketakutan, dan lari ke rumah abang tertuanya. Di sana mereka aman dari kejaran serigala jahat karena sang serigala tidak mampu merubuhkan rumah yang kokoh dibangun di atas dasar yang kuat.

Membangun sebuah bangunan tentulah tidak semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Jika bangunan dibangun diatas dasar yang rapuh maka rumah tersebut akan mudah hancur. Hal itu berbeda jika bangunan dibangun diatas dasar yang kokoh, maka bangunan itu akan berdiri tegak meski berhadapan dengan badai sekalipun.

Pemahaman

Ayat 10-11           Apakah maksud pernyataan Paulus ?

Jemaat di Korintus dikenal sebagai jemaat besar yang sangat mapan. Namun hidup di kota Metropolitan seperti di Korintus membuat kehidupan jemaat disana diperhadapkan pada banyak sekali tantangan. Tantangan terbesar yang dihadapi jemaat adalah keegoisan yang besar dari setiap anggota jemaat. Mau menang sendiri dan menganggap diri paling benar dibanding yang lain merupakan bentuk keegoisan yang telah menimbulkan perpecahan dilingkungan jemaat.

Paulus mengingatkan jemaat bahwa dia dan rasul-rasul telah membangun dan memelihara iman jemaat. Sudah seharusnya iman jemaat bertumbuh. Oleh karena itu Paulus didalam suratnya mengingatkan jemaat agar menanggalkan sikap-sikap yang tidak mencerminkan iman Kristen.

Refleksi

Adakah kita hidup dalam keegoisan, selalu mau menang sendiri dan menganggap diri paling benar?

Tekadku

Ya Allah, tolonglah kami memperlihatkan iman kami yang teguh dan berakar kepada-Mu. Jangan biarkan kami hidup egois dan tidak peduli pada orang lain

Tindakanku

Hidup rendah hati dan saling memahami dengan anggota jemaat lainnya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«