suplemenGKI.com
Keadilan Tuhan

Keadilan Tuhan

Mazmur 52

Keadilan Datang Dari Tuhan

Mazmur 52 ini ditulis Daud ketika Doeg memberitahukan kepada Saul bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh dan mendapatkan pertolongan dari Ahimelekh. Kisah ini dituliskan dalam 1 Sam 21:1-9; 22:9-23. Akibat laporan Doeg ini, imam Ahimelekh bersama keluarga dan penduduk Nob dibunuh oleh Saul karena dianggap membantu Daud. Hanya Abyatar, anak Ahimelekh, yang berhasil lolos dan kemudian bergabung bersama Daud.

  1. Bagaimana Daud menyebutkan perbuatan-perbuatan musuhnya ? (ay.1-6)
  2. Bagaimana Daud mengungkapkan kemarahannya? (ay.7-9)
  3. Bagaimana keyakinan Daud kepada Tuhan? (ay.10-11)

Renungan:

Ayat 1-6 dalam Mazmur ini menceritakan tentang alasan-alasan kemarahan Daud kepada Doeg yang mengkhianatinya. Yang menarik di sini adalah ungkapan-ungkapan Daud yang mengaitkan perbuatan-perbuatan Doeg dengan kebaikan dan kejahatan. Daud melihat perbuatan yang dilakukan Doeg muncul dari hatinya yang jahat, dan ini yang disoroti Daud dalam kemarahannya kepada Doeg. Daud tidak mengeluhkan keadaannya yang menderita karena perbuatan musuhnya. Daud tidak membesar-besarkan kemarahan karena Doeg tidak memihak dirinya. Daud tidak meratapi ketakutannya akibat perbuatan musuhnya yang melaporkan keberadaan dirinya kepada Saul. Daud meratapi jalan hidup Doeg yang lebih memilih yang jahat daripada kebaikan. Bagi Daud, ini adalah inti dari kesalahan Doeg.

Daud mengembalikan segala persoalan yang terjadi kepada Tuhan. Bagi Daud, peperangan yang terjadi bukanlah semata-mata antara dirinya dengan Doeg, namun juga antara kebenaran dan kejahatan. Oleh karena itu Daud menyerahkan segala hak pembalasan kepada Tuhan. Daud percaya Tuhan akan memberikan kemenangan kepada orang benar sehingga pada akhirnya kejahatan akan dikalahkan.

Ayat 10-11 menyatakan iman Daud kepada Tuhan. Dalam keadaan terdesak dan terjepit karena kejaran Saul, ditambah lagi dengan pengkhianatan Doeg, Daud mampu memiliki ketenangan dalam hatinya karena imannya yang begitu besar kepada Tuhan. Dalam keadaan yang tidak mudah secara manusiawi, Daud dapat menggambarkan dirinya sebagai pohon zaitun yang menghijau yang berada dalam rumah Tuhan. Daud bahkan bisa bersyukur kepada Tuhan di tengah-tengah situasi yang dihadapinya. Daud percaya kepada pemeliharaan Tuhan dan bahwa Tuhan akan bertindak bagi orang yang dikasihinya.

Bagaimana dengan kita, kala kita mengalami hal-hal yang menyesakkan hidup kita? Mampukah kita seperti Daud yang menyerahkan persoalannya ini kedalam tangan Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan bertindak adil bagi kita? Amin

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«