suplemenGKI.com

Lukas 1:46-55

 

“Jiwaku Akan Memuji Tuhan”

Pengantar:
Saudara pasti mengenal pujian “Amazing grace how sweet the sound, that save a wretch like me. I once was lost but now I’m found. Was blind but now I see”. Pujian yang ditulis oleh John Newton, seorang yang tadinya tidak percaya Tuhan, namun suatu kali dalam perjalanannya dengan sebuah kapal, tiba-tiba ombak besar menerpa kapal yang ditumpanginya, semua penumpang lain berdoa, namun John tidak berdoa karena dia tidak bisa berdoa. Ombak laut semakin mengganas, John mulai ketakutan, ia berpikir mungkin kematian akan segera menghampirinya. Dalam ketakutannya itulah dia memutuskan untuk berdoa untuk yang pertama kalinya. Doa yang sederhana: Ya Allah, jika Engkau benar ada, Engkau pasti menepati janji-Mu. Ampunilah aku, sucikan hatiku yang kotor ini, selamatkanlah aku. Setelah ia berdoa keajaiban terjadi, badai dan ombak menjadi reda. John Newton sangat bersyukur dan percaya bahwa Tuhan memang benar-benar ada dan sanggup menyelamatkannya, sejak saat ia percaya kepada Tuhan. Sebagai ungkapan syukurnya, ia  kemudian menuliskan pujian Amazing Grace yang telah menjadi berkat sampai hari ini.

Pemahaman:

  1. Apa yang mendorong Maria menaikkan pujiannya begitu indah kepada Allah? (v. 46-50)
  2. Apa yang bisa kita hayati dari syair pujian Maria pada ayat 51-53?
  3. Apa yang hendak ditekankan/ditegaskan dalam syair pujian Maria di ayat 54-55?

Pada perikop sebelumnya, Maria mendapat kunjungan dari Malaikat yang menyampaikan bahwa ia beroleh kasih karunia Allah, yaitu ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yaitu Yesus. Sebuah berita yang membuatnya gentar karena saat itu ia belum menikah. Namun di tengah kegentarannya, Maria menyadari bahwa dia hanyalah seorang hamba, yang harus taat pada apa yang Tuhan kehendaki baginya. Kehendak Allah semakin menjadi jelas ketika ia berkunjung ke rumah sanaknya Elisabet yang sedang mengandung. Ketika ia memberi salam kepada Elisabet, bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan, sebuah konfirmasi bahwa Maria dikaruniai Allah untuk menjadi ibu Yesus yang akan menyelamatkan dunia dari belenggu dosa. Hal itulah yang membuat Maria sangat bersyukur, Tuhan menjadikannya alat untuk menghadirkan juruselamat dunia. Jadi pujian Maria adalah ungkapan syukur atas kasih karunia Allah dalam hidupnya.

Refleksi:
Saudara-saudara, seperti halnya Maria kitapun sesungguhnya telah mengalami begitu banyak kasih karunia Allah, salah satunya kehidupan dan keselamatan kelal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Apakah kita sudah mensyukuri kasih karunia Allah dalam hidup kita? 

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, terimakasih untuk setiap kasih karunia-Mu yang selalu saya nikmati dalam hidup ini, ajarlah saya untuk selalu bersyukur atas setiap wujud kasih karunia-Mu bagi saya.

Tindakanku:
Sesungguhnya kasih karunia Allah itu tidak pernah bisa kita hitung dalam hidup kita, karena terlalu banyak, yang harus kita lakukan adalah teruslah memuji Tuhan sebagai ungkapan syukur kita atas kasih karunia-Nya yang melimpah bagi kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«