suplemenGKI.com

Jumat, 17 April 2020

16/04/2020

Mazmur 16

 

“Bahagia Orang Saleh”

Pengantar:
Berbicara tentang bahagia, semua orang pasti menginginkannya baik secara pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintahan maupun kita sebagai orang-orang percaya. Itu sebabnya orang pasti akan berjuang untuk mendapatkannya. Ukuran bahagia menurut kebanyakan orang misalnya, adalah jika hidup: tanpa masalah, tanpa kesulitan, tanpa rasa khawatir atau cemas atau jika memiliki harta berlimpah, cukup segalanya, badan sehat, pekerjaan lancar dan semua hal yang menyenangkan. Namun semua itu belum tentu membuat kita bahagia, karena selama kita masih  hidup di dunia ini pasti ada susah dan senangnya dan semua yang kelihatan bersifat sementara, maka tidak bisa menjadi ukuran sebuah kebahagiaan. Lalu apa yang bisa membuat kita bahagia?

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditekankan oleh pemazmur dalam syair-syair di ayat 1-6?
  2. Apa pesan penting dari syair-syair pemazmur mulai ayat 7-11?

Mazmur 16 ini termasuk mazmur nyanyian, yang merupakan pengakuan percaya pemazmur dengan segenapnya hati kepada Allah di tengah-tengah terjadinya kemurtadan dan penyembahan berhala yang sedang menguasai bangsa Israel. Dengan latar belakang inilah pemazmur membedakan kebahagiaannya dengan keadaan menyedihkan yang menimpa para penyembah berhala. Syair-syair mulai ayat 1-6, merupakan ungkapan penyerahan hidup yang utuh dan totalitas pemazmur kepada Allah yang dipercayainya. Dalam dirinya tidak ada sedikitpun ruang hidupnya yang boleh diberikan kepada hal-hal lain selain Allah yang dipercayainya. Mengapa demikian? Karena saat itu situasi godaan untuk berpaling kepada berhala atau allah lain sangat besar, maka pemazmur membentengi dirinya dengan sebuah penyerahan hidup yang totalitas kepada Allah. Syair-syair mulai ayat 7-11, merupakan komitmen pemazmur untuk tetap hidup di dalam Allah, komitmen itu diwujudkannya melalui memuji-muji Tuhan, hidup dekat dengan Allah yang tidak pernah meninggalkannya. Kedekatannya dengan Tuhan membuatnya selalu bersukacita sekalipun situasi di sekelilingnya tidak mendukung. Pemazmur menghayati bahwa Tuhan yang dipercayainya tidak akan menyerahkannya kepada segala yang jahat (dunia orang mati) Bahkan ketika ia harus berhadapan dengan hal-hal yang mengancam hidupnya pun pemazmur tidak kuatir, karena Tuhan pasti akan mengajarnya untuk menghadapinya. Jadi bagi pemazmur kebahagiaan hanya di dapat ketika ia berserah kepada Tuhan, menjaga komitmen untuk tetap setia kepada Tuhan dan ketika ia boleh mendapatkan pimpinan, hikmat dan penyertaan Tuhan senantiasa dalam hidupnya. Bagaimana dengan saudara?

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Saudara, apapun keadaanmu saat ini, engkau tetap bisa berbahagia, kuncinya adalah: maukah engkau berserah kepada Tuhan, berkomitmen untuk setia mengiringi dan melayani Tuhan dan bersedia hidup dipimpin oleh-Nya! Hanya itulah sumber kebahagiaan.

Tekadku:
Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu karena hanya di dalam Engkau saja saya akan mendapat berbahagia hidup.

Tindakanku:
Mulai hari ini saya akan mengubah pemahaman saya, bahwa bahagia itu bukan datang dari dunia ini, melainkan hanya datang dari Tuhan Yesus sang sumber kebahagiaan. Oleh karena itu saya akan selalu menyerahkan hidup saya kepada Tuhan, berkomitmen untuk setia kepada Tuhan dan siap untuk dipimpin oleh Tuhan melalui firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«