suplemenGKI.com

Yohanes menyapa pembaca suratnya dengan sebutan “anak-anakku” (ay. 1). Secara usia, Yohanes memang sudah lanjut, tetapi panggilan ini lebih menunjukkan kedekatan hubungan Yohanes dengan pembacanya. Ketika barangkali ada sebagian orang penerima suratnya kedapatan telah berbuat dosa atau sempat bimbang dengan iman mereka karena pengaruh ajaran-ajaran sesat, Yohanes menegur mereka seperti seorang Bapa terhadap anak-anaknya. Yohanes tidak menegur dalam kebencian tetapi dalam kasih.  “Hal-hal ini” (ay. 1) menunjuk pada ajaran-ajaran Yohanes pada perikop di atasnya. Pada perikop sebelumnya Yohanes mengatakan bahwa seseorang tidak mungkin bersekutu dengan Allah sambil tetap mempraktekkan hidup dalam kegelapan. Yohanes menegaskan hal ini dengan maksud supaya tidak ada anggota jemaat yang jatuh dalam kesalahan ini. Namun jika ada di antara mereka yang tanpa disadari telah berdosa dalam hal ini Yohanes mengingatkan kembali agar ia bertobat dan segera kembali ke jalan yang benar.

  1.   Ay. 1-2. Jika seseorang kedapatan berbuat dosa, Yohanes mengingatkan bahwa mereka dapat kembali kepada Allah karena kita memiliki Kristus. Peran apa sajakah yang dilakukan  Kristus ketika seorang berdosa bertobat? Apakah arti peran-peran tersebut?
  2.   Ay. 3-5. Yohanes mengatakan bahwa seorang yang mengenal Allah memiliki sebuah tanda. Apakah tandanya bahwa seseorang mengenal Allah? (ay. 3). Bagaimanakah dengan orang yang berkata bahwa ia mengenal Allah tetapi tidak menuruti perintah-Nya? (ay. 4)
  3.  Ay. 6. Bagi orang yang mengaku hidup di dalam Kristus, apakah hidup serupa Kristus sebuah pilihan atau kewajiban?

Renungan:

Yohanes menggambarkan Kristus sebagai seorang pengantara pada Bapa dan pendamaian untuk segala dosa kita. Kata “pengantara” (Yunani: parakletos) yang digunakan di sini mengandung arti seperti seorang pengacara (advokat) dalam pengadilan. Tugas seorang pengantara adalah menjadi seorang pembela bagi orang yang tertuduh. Sebagai seorang yang berdosa, kita adalah seperti seorang yang tertuduh di hadapan Bapa. Kristus dalam kasih-Nya yang besar berperan sebagai pembela kita di hadapan Bapa. Kata “pendamaian” (Yunani: hilasmos) berarti mengandung arti penghapusan dosa. Murka Allah tertuju kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kristus telah menanggung murka Allah karena dosa manusia di atas kayu salib. Murka Allah atas dosa telah dicurahkan kepada Kristus, dengan jalan demikian Kristus telah mendamaikan kita dari murka Allah sehingga kita beroleh keberanian untuk datang kembali mendekat kepada Tuhan.

Yohanes mengatakan bahwa tanda seseorang sungguh-sungguh mengenal Kristus adalah orang tersebut akan  menuruti perintah-perintah-Nya. Seseorang yang mengatakan mengenal Kristus tetapi tidak melakukan Firman-Nya, Yohanes menyebutnya sebagai seorang pendusta. Yohanes menggarisbawahi dengan menambahkan bahwa di dalamnya tidak ada kebenaran.

Yohanes mengakhiri bagian ini dengan menyimpulkan bahwa jika seseorang ada di dalam Kristus, ia wajib hidup seperti Kristus. Hidup seperti Kristus telah hidup merupakan sebuah kewajiban, bukan pilihan, bagi orang yang mengaku hidup di dalam Dia.

Tidak ada seorangpun yang mengaku mengenal Kristus

tetapi tidak menuruti perintah-perintah-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*