suplemenGKI.com

Bacaan :Ibrani 5 : 4-6.

Thema : IMAM BESAR MENURUT PERATURAN MELKISEDEK.

PENGANTAR.
Pernyataan Melkisedek sebagai imam muncul dalam Kejadian 14 : 17-20. Ia disebut sebagai imam Allah yang Maha Tinggi. Melkisedek menjadi acuan , karena terkait dengan fungsi keimaman yakni “memberi berkat” dan menerima “persembahan persepuluhan” dari Abraham. Posisi pemberi berkat menempati level yang lebih tinggi daripada yang menerima berkat. Dalam konteks ini, Abraham sebagai bapak nenek moyang bangsa Israel posisinya berada dibawah Melkisedek. Kisah perjumpaan Abraham dan Melkisedek terjadi jauh sebelum Allah menetapkan Harun sebagai imam. Jadi dapat disimpulkam bahwa konsep keimaman dimulai dari Melkisedek.

PEMAHAMAN.

  1. Mengapa Tuhan Yesus disebut Imam besar menurut peraturan Melkisedek ? ( ayat 6)
  2. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus sebagai imam besar  ?

Penulis Ibrani menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar menurut peraturan Melkisedek. Berangkat dari pemahaman Perjanjian Lama tentang konsep keimaman, para imam yang berasal dari keturunan suku Lewi pada kenyataannya tidak berhasil membawa misi Allah untuk menyelamatkan dunia dari dosa. Kini konsep tersebut diadopsi dengan keunggulan Sang Imam Besar dalam diri Yesus Kristus yang memang bukan dari suku Lewi namun diangkat dan ditetapkan oleh Allah sendiri. Yesus Kristus dipilih dan ditetapkan  dan mempunyai kualifikasi Imam besar, antara lain Ia dapat merasakan kelemahan-kelemahan manusia. Ia menjadi sama dengan semua manusia lain, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Itulah yang membedakan Yesus Kristus dengan para imam besar yang lain.  Para imam besar yang lain telah gagal membawa misi Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa sedangkan Yesus Kristus melalui pengorbananNya diatas kayu salib Ia telah mempersembahkan DiriNya sebagai korban keselamatan bagi umat manusia. Dia ditentukan menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang percaya dan taat kepadaNya.

Pelajaran berharga bagi umat percaya saat ini adalah bahwa kita bersyukur kepada Allah didalam Yesus Kristus yang menjadi Imam Besar bagi kita. Ia menjadi pengantara kita dengan Allah. Kita  hanya tinggal percaya saja kepada Yesus Kristus dan mentaati setiap perintahNya melalui Firman Tuhan. Maka kita akan memperoleh keselamatan abadi. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI.
Marilah kita mengambil saat teduh sejenak ! hayatilah pengorbanan Yesus Kristus dengan pertanyaan-pertanyaan berikut. Apakah yang saudara lakukan untuk menyelesaikan dosa-dosa saudara ? bisakah saudara menyelesaikan dosa-dosa saudara dengan cara saudara sendiri ? Sadarkah saudara bahwa Yesus Kristus menjadi Imam Besar yang telah mengorbankan DiriNya sebagai korban keselamatan bagi saudara ? itu adalah bukti dari cinta Tuhan kepada saudara.

TEKADKU.
Ya Tuhan, trimakasih karena Engkau adalah Imam Besar yang turut merasakan kelemahan dan pergumulan saya dan Engkau menjadi pengantara saya dengan Allah.

TINDAKANKU.
Saya akan selalu bersyukur kepada Tuuhan karena Dia baik kepada saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«